Desakan Sekolah Tatap Muka di Rembang Makin Kuat, Orangtua Disebut Banyak Stres
Minggu, 21 Maret 2021 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Persiapan Sekolah Tatap Muka, Ini Skenario Kota Bandung
Ketua DPRD Rembang, Supadi yang hadir dalam forum itu sangat setuju sekolah tatap muka dibuka kembali. Mengingat, kenakalan anak pada masa pandemi ini kian meningkat. DPRD juga menjadi sasaran protes orang tua yang merasa gelisah. “Sekolah pakai HP, bukannya kualitas naik, malah anjlok. Saya dorong pada tahun ajaran baru ini, sudah mulai sekolah tatap muka,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Aziz membenarkan pantauannya di lapangan, sekolah-sekolah di pelosok pedesaan sudah menerapkan pembelajaran tatap muka. Daripada sembunyi-sembunyi, lebih baik pemerintah membuka sekolah tatap muka, dengan pembatasan secara bertahap dan tetap dikontrol.
“Mungkin bisa dilakukan inisiasi dari bawah. Dalam forum ini tadi, sudah banyak sekali yang mengusulkan sekolah tatap muka. Soalnya efektivitas pendidikan daring dipertanyakan, “ kata Aziz.
Lalu bagaimana pendapat Kepala Sekolah ? Kepala Sekolah SMP N I Lasem, Estu Dwi Winarni membeberkan, pihaknya sudah mengadakan survei keinginan orang tua, pada masa pandemi ini. Dari total 870 orang tua murid, 79 % diantaranya menghendaki pembelajaran tatap muka.
Alasannya beragam, tapi yang paling mendominasi karena pembelajaran online tidak efektif dan kesulitan orang tua mendampingi anak belajar. “Kami nggak berani bertindak sendiri, karena masih dalam naungan Dinas Pendidikan. Info yang kami terima, akan ada uji coba sekolah tatap muka di 12 kecamatan, selain Rembang dan Lasem. Mungkin pertimbangan zona Covidnya. Padahal sebenarnya kami sudah siap tatap muka, “ papar Estu.
Ketua DPRD Rembang, Supadi yang hadir dalam forum itu sangat setuju sekolah tatap muka dibuka kembali. Mengingat, kenakalan anak pada masa pandemi ini kian meningkat. DPRD juga menjadi sasaran protes orang tua yang merasa gelisah. “Sekolah pakai HP, bukannya kualitas naik, malah anjlok. Saya dorong pada tahun ajaran baru ini, sudah mulai sekolah tatap muka,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Aziz membenarkan pantauannya di lapangan, sekolah-sekolah di pelosok pedesaan sudah menerapkan pembelajaran tatap muka. Daripada sembunyi-sembunyi, lebih baik pemerintah membuka sekolah tatap muka, dengan pembatasan secara bertahap dan tetap dikontrol.
“Mungkin bisa dilakukan inisiasi dari bawah. Dalam forum ini tadi, sudah banyak sekali yang mengusulkan sekolah tatap muka. Soalnya efektivitas pendidikan daring dipertanyakan, “ kata Aziz.
Lalu bagaimana pendapat Kepala Sekolah ? Kepala Sekolah SMP N I Lasem, Estu Dwi Winarni membeberkan, pihaknya sudah mengadakan survei keinginan orang tua, pada masa pandemi ini. Dari total 870 orang tua murid, 79 % diantaranya menghendaki pembelajaran tatap muka.
Alasannya beragam, tapi yang paling mendominasi karena pembelajaran online tidak efektif dan kesulitan orang tua mendampingi anak belajar. “Kami nggak berani bertindak sendiri, karena masih dalam naungan Dinas Pendidikan. Info yang kami terima, akan ada uji coba sekolah tatap muka di 12 kecamatan, selain Rembang dan Lasem. Mungkin pertimbangan zona Covidnya. Padahal sebenarnya kami sudah siap tatap muka, “ papar Estu.
Lihat Juga :