Kakek yang Rawat Cucu Lumpuh Selama 17 Tahun Akhirnya Terima Bantuan Pemerintah
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Nanang, cucunya tersebut sakit syaraf sejak Nabila berusia 6 bulan. Berawal dari kejang berkelanjutan, disusul demam tinggi. Sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo, Surabaya, beberapa saat lamanya. Lalu diputuskan rawat jalan.
Pengobatan alternatif juga sempat dicoba. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya sejak 2005, pemilik nama Diva Nabila Lailiyah kelahiran 23 Maret 2003 ini tidak lagi mendapatkan penanganan.
Nabila sendiri, menurut cerita Nanang, sudah dititipkan ibunya sejak 2005, saat dia berusia 2 tahun. Sedangkan ayahnya, sudah lebih dahulu pergi meninggalkan Nabila sejak masih berusia 3 bulan. Dan tidak ada kabarnya sampai sekarang.
"Jadi, saya bergantian mengurus Nabila bersama Supriyati (59 tahun), kakak saya yang juga Neneknya Nabila," jelas Nanang, yang sempat bekerja sebagai security dan kuli bangunan ini. Namun sejak 2014 sampai sekarang, Nanang nganggur.
Supriyati, kakaknya, dapat pekerjaan meski serabutan di kantin perusahaan di kawasan Surabaya Barat. "Jadi, kalau makanannya tidak habis, bisa dibawa pulang dan kami makan di rumah," ujar Nanang yang sudah lama menduda ini.
Pengobatan alternatif juga sempat dicoba. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya sejak 2005, pemilik nama Diva Nabila Lailiyah kelahiran 23 Maret 2003 ini tidak lagi mendapatkan penanganan.
Nabila sendiri, menurut cerita Nanang, sudah dititipkan ibunya sejak 2005, saat dia berusia 2 tahun. Sedangkan ayahnya, sudah lebih dahulu pergi meninggalkan Nabila sejak masih berusia 3 bulan. Dan tidak ada kabarnya sampai sekarang.
"Jadi, saya bergantian mengurus Nabila bersama Supriyati (59 tahun), kakak saya yang juga Neneknya Nabila," jelas Nanang, yang sempat bekerja sebagai security dan kuli bangunan ini. Namun sejak 2014 sampai sekarang, Nanang nganggur.
Supriyati, kakaknya, dapat pekerjaan meski serabutan di kantin perusahaan di kawasan Surabaya Barat. "Jadi, kalau makanannya tidak habis, bisa dibawa pulang dan kami makan di rumah," ujar Nanang yang sudah lama menduda ini.
(msd)
Lihat Juga :