Setengah Juta Debitur di Jabar Ajukan Relaksasi Kredit Rp32 Triliun
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa COVID-19 kemungkinan akan berpengaruh besar pada risiko kredit, terutama UMKM dalam membayar kewajiban. Selain itu juga akan terjadi sentimen pasar serta risiko likuiditas sebagai dampak tekanan yang diakibatkan kekhawatiran pasar
"Kami OJK merekomendasikan agar penyedia jasa keuangan melakukan strategi seperti penerapan digital transacsion, mitigasi risiko, dan fokus pada industri prospektif," beber dia.
Dia optimistis, semester 2 /2020 ekonomi Jabar akan membaik, seiring masih optimistisnya harga saham yang akan membaik, pertumbuhan kredit merangkak naik. Kodnisi perbankan juga masih kuat.
(Baca: Ancam UMKM, Pendirian Minimarket di Majalengka Dievaluasi)
Pengamat Ekonomi dari Unpas Acuviarta Kartabi mengatakan, sektor yang paling terdampak adalah industri dan akomodasi seperti perhotelan. Aktivtas mereka nyaris terhenti yang menyebabkan terjadinya PHK. Dipekrikan hinga kini ada 80.000 orang kehilangan mata pencahariannya. Sehingga dalam jangka menengah, hal itu bisa berdampak pada konsumsi.
"Kami OJK merekomendasikan agar penyedia jasa keuangan melakukan strategi seperti penerapan digital transacsion, mitigasi risiko, dan fokus pada industri prospektif," beber dia.
Dia optimistis, semester 2 /2020 ekonomi Jabar akan membaik, seiring masih optimistisnya harga saham yang akan membaik, pertumbuhan kredit merangkak naik. Kodnisi perbankan juga masih kuat.
(Baca: Ancam UMKM, Pendirian Minimarket di Majalengka Dievaluasi)
Pengamat Ekonomi dari Unpas Acuviarta Kartabi mengatakan, sektor yang paling terdampak adalah industri dan akomodasi seperti perhotelan. Aktivtas mereka nyaris terhenti yang menyebabkan terjadinya PHK. Dipekrikan hinga kini ada 80.000 orang kehilangan mata pencahariannya. Sehingga dalam jangka menengah, hal itu bisa berdampak pada konsumsi.
Lihat Juga :