Tercemar Phospat, Ekosistem Sungai Tambak Wedi Surabaya Terancam Buyar
Kamis, 18 Maret 2021 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Pengurus harian Mupalas, Faisol Mardiono, menegaskan di dalam deterjen mengandung senyawa karsinogenik yang tidak dapat terurai di alam. Kondisi ini dipastikan menghancurkan ekosistem sungai Tambah Wedi dan Selat Madura. Karena saat ini Sungai Tambak wedi telah tercemar Phospat dan khlorin. "Dua Tahun Lagi Ekosistem Sungai Tambak Wedi Buyar," tegasnya.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah: Ini Bentuk Komitmen Pemprov
Lebih lanjut ia menjelaskan, phospat sangat berbahaya dan akan menghambat penguraian bahan organik di perairan. Efeknya dapat menyebabkan eutrofikasi atau penyuburan perairan sehingga terjadi ledakan populasi alga yang akan menurunkan oksigen terlarut.
"Akibatnya bisa menyebabkan kematian biota air dan ikan. Busa yang timbul di permukaan juga menghalangi penetrasi matahari ke kolom air, sehingga menghambat fotosintesis dan mengganggu mobilitas biota perairan. Hal itu menyebabkan pH air menjadi basa dan bisa membahayakan kehidupan biota air," paparnya.
Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa hari lalu ditemukan tripang dan kerang mengandung mikroplastik. "Kita mau mencari sumbernya dari mana. Dari laut lepas ataukah dari Tambak Wedi atau dari sungai-sungai yang mengarah ke selat Madura," imbuhnya.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah: Ini Bentuk Komitmen Pemprov
Lebih lanjut ia menjelaskan, phospat sangat berbahaya dan akan menghambat penguraian bahan organik di perairan. Efeknya dapat menyebabkan eutrofikasi atau penyuburan perairan sehingga terjadi ledakan populasi alga yang akan menurunkan oksigen terlarut.
"Akibatnya bisa menyebabkan kematian biota air dan ikan. Busa yang timbul di permukaan juga menghalangi penetrasi matahari ke kolom air, sehingga menghambat fotosintesis dan mengganggu mobilitas biota perairan. Hal itu menyebabkan pH air menjadi basa dan bisa membahayakan kehidupan biota air," paparnya.
Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa hari lalu ditemukan tripang dan kerang mengandung mikroplastik. "Kita mau mencari sumbernya dari mana. Dari laut lepas ataukah dari Tambak Wedi atau dari sungai-sungai yang mengarah ke selat Madura," imbuhnya.
Lihat Juga :