Pilar, Menteri LH, dan Gemabudhi Raih Rekor MURI Tuang Ecoenzyme ke Sungai Jaletreng
Senin, 09 Maret 2026 - 13:52 WIB
loading...
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dan Gemabudhi melakukan aksi menuangkan ecoenzyme di Sungai Jaletreng, Kota Tangsel. Foto/istimewa
A
A
A
TANGSEL - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Generasi Muda Buddhis (Gemabudhi) memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan itu diraih usai melakukan aksi menuangkan ecoenzyme di Sungai Jaletreng, Kota Tangerang Selatan pada Minggu, 8 Maret 2026.
Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan pemulihan lingkungan sungai yang sebelumnya sempat tercemar limbah kimia, sekaligus memperingati 40 tahun berdirinya Generasi Muda Buddhis Indonesia.
Ecoenzyme merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah buah dan sayur yang dicampur dengan gula dan air. Cairan ini dikenal memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan, termasuk membantu memperbaiki kualitas air sungai.
Baca juga: Spesifikasi Kapal Pembersih Sampah Neon Moon II yang Diberikan Coldplay di Sungai Cisadane
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10.000 liter ecoenzyme dituangkan ke aliran sungai dari atas jembatan Sungai Jaletreng. umlah ecoenzyme yang dituangkan dalam aksi tersebut juga berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pembuangan ecoenzyme terbanyak.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah Gemabudhi yang dinilai tidak hanya merayakan momentum organisasi, tetapi juga meninggalkan jejak nyata bagi lingkungan.
Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan pemulihan lingkungan sungai yang sebelumnya sempat tercemar limbah kimia, sekaligus memperingati 40 tahun berdirinya Generasi Muda Buddhis Indonesia.
Ecoenzyme merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah buah dan sayur yang dicampur dengan gula dan air. Cairan ini dikenal memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan, termasuk membantu memperbaiki kualitas air sungai.
Baca juga: Spesifikasi Kapal Pembersih Sampah Neon Moon II yang Diberikan Coldplay di Sungai Cisadane
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10.000 liter ecoenzyme dituangkan ke aliran sungai dari atas jembatan Sungai Jaletreng. umlah ecoenzyme yang dituangkan dalam aksi tersebut juga berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pembuangan ecoenzyme terbanyak.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah Gemabudhi yang dinilai tidak hanya merayakan momentum organisasi, tetapi juga meninggalkan jejak nyata bagi lingkungan.
Lihat Juga :