Tangis Pecah, Mengiringi Kepergian Polwan Cantik Ajudan Terakhir Presiden Soekarno

loading...
Tangis Pecah, Mengiringi Kepergian Polwan Cantik Ajudan Terakhir Presiden Soekarno
Ni Luh Putu Sugianitri, polwan yang menjadi ajudan terakhir Presiden Soekarno, meninggal dunia di usia 72 tahun. Foto/iNews TV/Indira Arri
DENPASAR - Suasana duka begitu terasa di kediaman Ni Luh Putu Sugianitri. Berbagai karangan bunga dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, hingga seluruh anak-anak Presiden Soekarno , menghiasi halaman rumah.

Baca juga: Warganet Unggah Foto Kemesraan Soekarno dan Kerennya Gaya Ali Sadikin

Foto-foto kenangan sang polwan bersama Bung Besar sang proklamator , nampak berjajar di dinding rumahnya. Menjadi penanda, begaimana hubungan antara ajudan dengan sang presiden seperti layaknya hubungan anak dengan bapak. Tanpa jarak, dan begitu hangat penuh kekeluargaan.



Bali kembali kehilangan salah satu putri terbaiknya. Polwan cantik itu meninggal diusia 72 tahun, setelah sejak sekian lama menderita penyakit kista. Ni Luh Putu Sugianitri, merupakan polwan yang menjadi ajudan terakhir Presiden Soekarno .



Baca juga: Napi Lapas Nusakambangan dan Lapas Sukamiskin Kendalikan Penjualan Sabu di Tasikmalaya

Almarhumah tutup usia pada Senin (15/3/2021) di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Perempuan kelahiran Babahan Penebel Tabanan, tahun 1948 ini seharusnya merayakan ulang tahunnya yang ke 73 pada 1 April mendatang.

Menurut anak pertama almarhumah, Fajar Rohita, sang ibu meninggal karena kista yang dideritanya sejak lama. "Rencananya, prosesi upacara kremasi akan digelar kamis (18/3/2021) di Krematorium Mumbul, Kabupaten Badung, Bali," terangnya.

Baca juga: Pria Kelainan Seks, Seret Pengemis ke Semak-semak Lalu Disetubuhi Hingga Tak Berdaya

Almarhum yang selama ini dikenal sangat dekat dengan Bung Besar tersebut, meninggalkan tujuh orang anak, dan lima orang cucu. Hingga saat ini, jenazahnya masih dititipkan di RSUP Sanglah Denpasar, untuk menunggu proses kremasi.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top