Kabupaten Malang Pastikan Tidak Alami Kelangkaan Pupuk
Selasa, 16 Maret 2021 - 14:07 WIB
loading...
Kabupaten Malang Pastikan Tidak Alami Kelangkaan Pupuk
A
A
A
MALANG - Program pupuk bersubsidi di Kabupaten Malang dipastikan tidak langka. Yang terjadi, petani belum tersosialiasi secara menyeluruh alur penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Kementerian Pertanian berharap masalah ini segera diatasi agar pupuk bersubsidi bisa segera didistribusikan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pupuk bersubsidi harus segera disalurkan.
"Pupuk bersubsidi ini diharapkan bisa membantu petani. Jadi harus segera didistribusikan sebelum masuk musim tanam agar produksi tidak terganggu," katanya, Selasa (16/3/2021).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan distribusi pupum bersubsidi menggunakan Kartu Tani dimaksudkan untuk menghindari penyelewengan.
"Memang tahun ini pola distribusi pupuk bersubsidi mulai mengalami perubahan ke Kartu Tani. Tujuannya sangat baik, karena dengan cara ini petani yang datanya sudah terekam di eRDKK bisa mendapatkan haknya. Sehingga penyelewengan bisa ditekan," katanya.
Sarwo Edhy menegaskan, Kartu Tani jauh lebih efektif dari sebelumnya.
"Karena data yang diterapkan di Kartu Tani by name by address, dan tetap mengacu pada eRDKK," ucapnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pupuk bersubsidi harus segera disalurkan.
"Pupuk bersubsidi ini diharapkan bisa membantu petani. Jadi harus segera didistribusikan sebelum masuk musim tanam agar produksi tidak terganggu," katanya, Selasa (16/3/2021).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan distribusi pupum bersubsidi menggunakan Kartu Tani dimaksudkan untuk menghindari penyelewengan.
"Memang tahun ini pola distribusi pupuk bersubsidi mulai mengalami perubahan ke Kartu Tani. Tujuannya sangat baik, karena dengan cara ini petani yang datanya sudah terekam di eRDKK bisa mendapatkan haknya. Sehingga penyelewengan bisa ditekan," katanya.
Sarwo Edhy menegaskan, Kartu Tani jauh lebih efektif dari sebelumnya.
"Karena data yang diterapkan di Kartu Tani by name by address, dan tetap mengacu pada eRDKK," ucapnya.
Lihat Juga :