Psikolog: Korban Ghosting Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Selasa, 16 Maret 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Ilham menjelaskan, para korban ghosting sebenarnya akan lebih mudah beradaptasi. Hanya saja perlu diwaspadai adanya kompensasi, jika pernah menjadi korban bisa jadi ada keinginan untuk menjadi pelaku.
“Mungkin itu tapi bukan karena trauma. Tapi cuma ingin membalas begitu saja sebenarnya. Jadi siklusnya jadi pelaku bisa jadi, unsur traumatiknya sebenarnya nggak,” ungkapnya.
Sekjen Ikatan Psikologi Sosial (IPS) Indonesia ini menambahkan, peluang atau risiko korban ghosting merasa menyalahkan dirinya sendiri biasanya terjadi.
“Karena pasti mereka merasa pasanganku atau relasiku karena aku. Nah, justru aspek-aspek semacam itu dihilangkan. Jadi untuk korban ghosting seharusnya tidak menyalahkan dirinya sendiri. Anggap saja itu adalah kognitif, situasi semacam ini adalah situasi yang umum, yang wajar dalam sebuah relasi,” imbuhnya.
Bagi korban ghosting, katanya, mereka harus tetap menumbuhkan kepercayaan bahwa ada orang-orang yang lebih baik dari pasangan terdahulu yang membuat dia menjadi korban.
“Mungkin itu tapi bukan karena trauma. Tapi cuma ingin membalas begitu saja sebenarnya. Jadi siklusnya jadi pelaku bisa jadi, unsur traumatiknya sebenarnya nggak,” ungkapnya.
Sekjen Ikatan Psikologi Sosial (IPS) Indonesia ini menambahkan, peluang atau risiko korban ghosting merasa menyalahkan dirinya sendiri biasanya terjadi.
“Karena pasti mereka merasa pasanganku atau relasiku karena aku. Nah, justru aspek-aspek semacam itu dihilangkan. Jadi untuk korban ghosting seharusnya tidak menyalahkan dirinya sendiri. Anggap saja itu adalah kognitif, situasi semacam ini adalah situasi yang umum, yang wajar dalam sebuah relasi,” imbuhnya.
Bagi korban ghosting, katanya, mereka harus tetap menumbuhkan kepercayaan bahwa ada orang-orang yang lebih baik dari pasangan terdahulu yang membuat dia menjadi korban.
Lihat Juga :