Syekh Subakir, Tombak Kiai Panjang dan Tumbal Tanah Jawa
Sabtu, 13 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Para makhluk halus pun lari tunggang langgang meninggalkan Gunung Tidar. Sebagian pengikut Sabda Palon dari bangsa jin melarikan diri ke timur dan konon hingga sekarang menempati daerah Gunung Merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai wilayah yang angker.
Bahkan sebagian lagi anak buah Sabda Palon ada yang melarikan diri ke alas Roban, dan ke Gunung Srandil.
Baca juga: Kisah Sunan Giri Meminang 2 Gadis Cantik dalam Sehari
Karena keberhasilannya menumbal tanah Jawa lalu penyebaran Islam oleh Wali Songo periode pertama menjadi menjadi lancar.
Nama Syekh Subakir lalu menjadi sangat terkenal dan dikagumi di kalangan para pendekar, penganut ilmu gaib dan kanuragan, bangsawan serta masyarakat di tanah Jawa ketika itu. Sehingga mereka terkesan mendewakan sang ulama asal Persia tersebut.
Akhirnya, untuk melepaskan kefanatikan masyarakat terhadap Syekh Subakir dan untuk menjaga aqidah umat Islam. Maka pada tahun 1462 Masehi, Syekh Subakir pulang ke Persia, Iran.
Ini dimaksudkan agar kefanatikan tersebut runtuh, dan masyarakat kembali kepada tauhid yang benar.
Selain itu tugas utama Syekh Subakir untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus telah selesai.
Selanjutnya setelah Syekh Subakir wafat posisinya digantikan oleh Wali Songo lainnya yaitu Sunan Kalijaga.
Namun di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah ada petilasan Maqom Syekh Subakir. Tempat ini pun kerap didatangi para peziarah yang ingin melihat tempat tersebut.
Wallahualam bissawab.
Sumber :
- Jakartapress.com
- akucintanusantaraku.blogspot
- wikipedia dan diolah dari berbagai sumber
Bahkan sebagian lagi anak buah Sabda Palon ada yang melarikan diri ke alas Roban, dan ke Gunung Srandil.
Baca juga: Kisah Sunan Giri Meminang 2 Gadis Cantik dalam Sehari
Karena keberhasilannya menumbal tanah Jawa lalu penyebaran Islam oleh Wali Songo periode pertama menjadi menjadi lancar.
Nama Syekh Subakir lalu menjadi sangat terkenal dan dikagumi di kalangan para pendekar, penganut ilmu gaib dan kanuragan, bangsawan serta masyarakat di tanah Jawa ketika itu. Sehingga mereka terkesan mendewakan sang ulama asal Persia tersebut.
Akhirnya, untuk melepaskan kefanatikan masyarakat terhadap Syekh Subakir dan untuk menjaga aqidah umat Islam. Maka pada tahun 1462 Masehi, Syekh Subakir pulang ke Persia, Iran.
Ini dimaksudkan agar kefanatikan tersebut runtuh, dan masyarakat kembali kepada tauhid yang benar.
Selain itu tugas utama Syekh Subakir untuk membersihkan tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus telah selesai.
Selanjutnya setelah Syekh Subakir wafat posisinya digantikan oleh Wali Songo lainnya yaitu Sunan Kalijaga.
Namun di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah ada petilasan Maqom Syekh Subakir. Tempat ini pun kerap didatangi para peziarah yang ingin melihat tempat tersebut.
Wallahualam bissawab.
Sumber :
- Jakartapress.com
- akucintanusantaraku.blogspot
- wikipedia dan diolah dari berbagai sumber
(sms)
Lihat Juga :