Bulan Mei Diprediksi Puncak Pandemi COVID-19 di Jatim
Selasa, 19 Mei 2020 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk kasus PDP, totalnya sebanyak 5.014 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang masih diawasi, 2.204 orang sudah tidak diawasi dan 480 orang yang meningggal dunia.
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, mengatakan, pada Senin (18/5/2020), jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 di Jatim bertambah 361 orang. Sehingga totalnya menjadi sebanyak 14.527 orang. “Peningkatan kasus OTG ini patut diwaspadai. Sebab ada 27% OTG yang naik statusnya menjadi positif COVID-19,” kata dia.
Dia menjelaskan, hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya, mulai menunjukkan grafik yang cukup signifikan. PSBB Surabaya Raya dimulai 28 April angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya sebanyak 392 orang, Sidoarjo 92 orang dan Gresik 24 orang.
“Setelah tahap I PSBB berakhir pada 11 Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya naik menjadi 741 kasus, Sidoarjo 188 kasus dan Gresik 37 kasus,” kata dia.
Kemudian, kata dia, separuh perjalanan PSBB tahap II pada 17 Mei 2020 diketahui kasus positif COVID-19 di Surabaya menjadi 1.059 kasus, Sidoarjo 285 kasus dan Gresik 51 kasus. Artinya, PSBB di Gresik dinilai berhasil karena grafik peningkatannya landai, begitu juga dengan Sidoarjo cukup berhasil karena naiknya tidak terlalu tinggi.
“Sedangkan Surabaya grafiknya memang meningkat tajam. Namun mudah-mudahan sekarang ini mencapai puncaknya. Sehingga bulan depan bisa landai,” kata dia.
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, mengatakan, pada Senin (18/5/2020), jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 di Jatim bertambah 361 orang. Sehingga totalnya menjadi sebanyak 14.527 orang. “Peningkatan kasus OTG ini patut diwaspadai. Sebab ada 27% OTG yang naik statusnya menjadi positif COVID-19,” kata dia.
Dia menjelaskan, hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya, mulai menunjukkan grafik yang cukup signifikan. PSBB Surabaya Raya dimulai 28 April angka terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya sebanyak 392 orang, Sidoarjo 92 orang dan Gresik 24 orang.
“Setelah tahap I PSBB berakhir pada 11 Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya naik menjadi 741 kasus, Sidoarjo 188 kasus dan Gresik 37 kasus,” kata dia.
Kemudian, kata dia, separuh perjalanan PSBB tahap II pada 17 Mei 2020 diketahui kasus positif COVID-19 di Surabaya menjadi 1.059 kasus, Sidoarjo 285 kasus dan Gresik 51 kasus. Artinya, PSBB di Gresik dinilai berhasil karena grafik peningkatannya landai, begitu juga dengan Sidoarjo cukup berhasil karena naiknya tidak terlalu tinggi.
“Sedangkan Surabaya grafiknya memang meningkat tajam. Namun mudah-mudahan sekarang ini mencapai puncaknya. Sehingga bulan depan bisa landai,” kata dia.
(nth)
Lihat Juga :