37 Penghuni Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang Sembuh dari COVID-19
Kamis, 11 Maret 2021 - 00:16 WIB
loading...
Suasana penjagaan ketat di pintu masuk panti asuhan Bhakti Luhur saat 170 penghuni terkonfirmasi positif COVID-19. Foto: Okezone/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Sebanyak 37 penghuni Panti Asuhan Bhakti Luhur yang sebelumnya terkonfirmasi COVID-19 dinyatakan sembuh.
Mereka pun akhirnya dipulangkan dari Rumah Sakit (RS) Lapangan Idjen Boulevard Kota Malang dan kembali menjalani isolasi mandiri di panti asuhan yang berada di Jalan Terusan Dieng Kota Malang ini.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Hendak Berhubungan Seks di Hotel Pensiunan PNS Tewas Usai Pakai Tisu Obat Kuat
Sebelumnya, 37 penghuni panti ini menjadi bagian dari 170 penghuni panti yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab antigen, Senin (1/3/2021) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, dari 43 orang penghuni panti yang masuk RS Lapangan COVID-19, 37 orang telah dipulangkan karena telah sembuh.
“Itu kemarin sudah kembali ke Panti Asuhan Bhakti Luhur. Mereka pulang dalam kondisi sehat. Sekarang tinggal 6 orang di RS Lapangan,” ujar Husnul kepada wartawan, pada Rabu (10/3/2021) di Balai Kota Malang.
Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SMK Surabaya, Ini Respon Dewan Pendidikan Jawa Timur
Karena telah dinyatakan sembuh sehingga risikonya sudah berkurang. Keluhannya juga sudah berkurang. “Yayasan sudah bisa melakukan pengawasan mandiri,” tambah mantan Direktur RSUD Kota Malang ini.
Menurut Husnul, penghuni dari Panti Asuhan Bhakti Luhur yang dievakuasi ke RS Lapangan lantaran memiliki sejumlah penyakit komorbid (penyerta), dan harus mendapat pengawasan khusus. Sehingga mereka terpaksa dibawa ke RS Lapangan COVID-19.
Baca juga: Dugaan Pelanggaran Prokes Wali Kota Blitar, PDIP Serahkan ke Hukum
Namun Husnul menegaskan sepulangnya ke Panti Asuhan Bhakti Luhur tetap harus menjalani isolasi mandiri dengan terpisah dari penghuni yang masih terkonfirmasi positif lainnya. “Tetap menjalani isolasi dengan pengawasan dari Bhakti luhur. Sementara, Dinkes Kota Malang dan dokter penanggungjawab,” terangnya.
Klaster Bhakti Luhur yang difabel juga mendapat penanganan khusus. Dalam panti asuhan, sudah ada pengawasnya. “Pengasuhnya memang spesialis untuk difabel. Kita sudah memberikan motivasi. Supaya, protokol kesehatan terjaga selama pendampingan dan isolasi,” tutupnya.
Mereka pun akhirnya dipulangkan dari Rumah Sakit (RS) Lapangan Idjen Boulevard Kota Malang dan kembali menjalani isolasi mandiri di panti asuhan yang berada di Jalan Terusan Dieng Kota Malang ini.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Hendak Berhubungan Seks di Hotel Pensiunan PNS Tewas Usai Pakai Tisu Obat Kuat
Sebelumnya, 37 penghuni panti ini menjadi bagian dari 170 penghuni panti yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab antigen, Senin (1/3/2021) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, dari 43 orang penghuni panti yang masuk RS Lapangan COVID-19, 37 orang telah dipulangkan karena telah sembuh.
“Itu kemarin sudah kembali ke Panti Asuhan Bhakti Luhur. Mereka pulang dalam kondisi sehat. Sekarang tinggal 6 orang di RS Lapangan,” ujar Husnul kepada wartawan, pada Rabu (10/3/2021) di Balai Kota Malang.
Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SMK Surabaya, Ini Respon Dewan Pendidikan Jawa Timur
Karena telah dinyatakan sembuh sehingga risikonya sudah berkurang. Keluhannya juga sudah berkurang. “Yayasan sudah bisa melakukan pengawasan mandiri,” tambah mantan Direktur RSUD Kota Malang ini.
Menurut Husnul, penghuni dari Panti Asuhan Bhakti Luhur yang dievakuasi ke RS Lapangan lantaran memiliki sejumlah penyakit komorbid (penyerta), dan harus mendapat pengawasan khusus. Sehingga mereka terpaksa dibawa ke RS Lapangan COVID-19.
Baca juga: Dugaan Pelanggaran Prokes Wali Kota Blitar, PDIP Serahkan ke Hukum
Namun Husnul menegaskan sepulangnya ke Panti Asuhan Bhakti Luhur tetap harus menjalani isolasi mandiri dengan terpisah dari penghuni yang masih terkonfirmasi positif lainnya. “Tetap menjalani isolasi dengan pengawasan dari Bhakti luhur. Sementara, Dinkes Kota Malang dan dokter penanggungjawab,” terangnya.
Klaster Bhakti Luhur yang difabel juga mendapat penanganan khusus. Dalam panti asuhan, sudah ada pengawasnya. “Pengasuhnya memang spesialis untuk difabel. Kita sudah memberikan motivasi. Supaya, protokol kesehatan terjaga selama pendampingan dan isolasi,” tutupnya.
(nic)
Lihat Juga :