Cerita Aminudin, dari Marbot Masjid hingga Menghuni Jeruji Besi
Rabu, 10 Maret 2021 - 06:43 WIB
loading...
A
A
A
Amin mengungkapkan, dia tidak pernah menyangka ternyata selama ini Kholil dan istrinya memiliki hubungan khusus. Di belakang Amin, mereka berdua sering menjalin asmara terselubung. Hal itu diketahui setelah Kholil angkat kaki dari rumahnya. Baca juga: Kerja Bakti, Marbot Masjid Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Jagakarsa
Saat itu, istrinya meminta uang untuk membayar hutang. "Saya kejar hutang ke siapa. Lalu saya minta nomor rekening dan nomor handphone yang akan dibayar, kok katanya jauh diluar kota," kata dia.Setelah mendapat nomor handphone, Amin menyimpan di gadget milinya. Ternyata di situ tertera profil Kholil. "Saya mengira uang itu buat bayar kos-kosan. Sebagai pancingan tetap saya transfer," katanya.
Sejak saat itulah Amin menelusuri keberadaan Kholil. Hingga pada akhirnya hubungan gelap istrinya dan Kholil terbongkar. Amin memergoki sendiri istrinya keluar dari kamar kos Kholil di kawasan Nginden. "Saya minta istri saya untuk menunjukkan kamarnya Kholil," ujarnya.
Sebagai suami, Amin naik pitam karena merasa dikhianati. Niat baiknya dibalas dengan perselingkuhan. Padahal, sebelumnya Amin sudah pernah berbicara empat mata dengan Kholil, jika menghendaki istrinya jangan diam-diam. Ia rela menceraikan istrinya agar bisa hidup halal bersama Kholil."Begitu saya dapati Kholil berada di kamar kos, saya langsung taburi dia dengan pasir agar lumpuh dan mudah saya hajar. Tapi situasinya banyak orang. Saya dan Kholil dipegangi orang banyak hingga tidak berdaya," paparnya.
Dari situ, Amin teringat bahwa di sakunya tersimpan pisau ayam potong. Pisau itu niatnya untuk menyayat ayam dagangan milik keponakannya di pasar. "Lalu saya ambil pisau dan saya tusukkan ke Kholil. Karena mau mukul gak bisa," kata dia.Peristiwa penusukan itulah yang mengantarkan Amin ke jeruji besi. Ia dibawal oleh warga ke polisi dan harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya.
Saat itu, istrinya meminta uang untuk membayar hutang. "Saya kejar hutang ke siapa. Lalu saya minta nomor rekening dan nomor handphone yang akan dibayar, kok katanya jauh diluar kota," kata dia.Setelah mendapat nomor handphone, Amin menyimpan di gadget milinya. Ternyata di situ tertera profil Kholil. "Saya mengira uang itu buat bayar kos-kosan. Sebagai pancingan tetap saya transfer," katanya.
Sejak saat itulah Amin menelusuri keberadaan Kholil. Hingga pada akhirnya hubungan gelap istrinya dan Kholil terbongkar. Amin memergoki sendiri istrinya keluar dari kamar kos Kholil di kawasan Nginden. "Saya minta istri saya untuk menunjukkan kamarnya Kholil," ujarnya.
Sebagai suami, Amin naik pitam karena merasa dikhianati. Niat baiknya dibalas dengan perselingkuhan. Padahal, sebelumnya Amin sudah pernah berbicara empat mata dengan Kholil, jika menghendaki istrinya jangan diam-diam. Ia rela menceraikan istrinya agar bisa hidup halal bersama Kholil."Begitu saya dapati Kholil berada di kamar kos, saya langsung taburi dia dengan pasir agar lumpuh dan mudah saya hajar. Tapi situasinya banyak orang. Saya dan Kholil dipegangi orang banyak hingga tidak berdaya," paparnya.
Dari situ, Amin teringat bahwa di sakunya tersimpan pisau ayam potong. Pisau itu niatnya untuk menyayat ayam dagangan milik keponakannya di pasar. "Lalu saya ambil pisau dan saya tusukkan ke Kholil. Karena mau mukul gak bisa," kata dia.Peristiwa penusukan itulah yang mengantarkan Amin ke jeruji besi. Ia dibawal oleh warga ke polisi dan harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya.
Lihat Juga :