Ada Mitos Pantangan Masuk Dusun Ngaglik, Membuat Warganya Terbelenggu Kemiskinan

Minggu, 07 Maret 2021 - 13:41 WIB
loading...
Ada Mitos Pantangan...
Seorang ibu di Dusun Ngaglik, Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang menimang bayinya. Foto/iNews/Musyafa Musa
A A A
REMBANG - Di zaman modern seperti sekarang, mitos pantangan masuk ke sebuah dusun, ternyata masih saja bercokol sangat kuat. Akibatnya, masyarakat setempat yang dirugikan, karena mereka mendapatkan perlakuan tidak adil .

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Resmi Luncurkan Program Rp1 Miliar Setiap Desa

Namanya Dusun Ngaglik , Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, sebuah dusun yang dihuni 40-an kepala keluarga. Sejak puluhan tahun silam hingga tahun 2021 ini, turun-temurun beredar mitos bahwa pegawai negeri, pejabat pemerintah, TNI/Polri yang masuk ke Dusun Ngaglik, akan ketiban sial dan dicopot dari jabatannya .



Karena sudah terlanjur dipercaya, akhirnya banyak yang tidak berani masuk ke Dusun Ngaglik. Termasuk bidan desa , enggan melayani langsung saat sebelum ibu melahirkan maupun sesudah melahirkan bayi. Baca juga: Video Viral Wali Kota Blitar Pesta Bersama Wanita Seksi Tanpa Prokes, Aktivis: Bukan Panutan

Sukarjan, tokoh masyarakat Dusun Ngaglik, mempertanyakan ketimbang percaya mitos , kenapa tidak mengedepankan logika secara rasional. Ia beralasan sebagai umat beragama, mestinya memahami nasib, pangkat dan jabatan sudah digariskan Tuhan. Bukan ditentukan karena masuk Dusun Ngaglik.

"Segala sesuatu atas kehendak Allah SWT. Kalau cuma masuk Ngaglik saja, menjadikan pangkat dicopot , kan nggak mungkin," ujarnya. Baca juga: Pasangan Pelajar SMP yang Gemparkan Buton Selatan Resmi Jalani Pernikahan Dini

Sukarjan menambahkan, sudah banyak riwayat pegawai pemerintah menolak masuk Dusun Ngaglik . Ia mencontohkan bidan desa. Ibu melahirkan di desa lain, rutin dijenguk dan dilayani bidan. Tapi khusus ibu-ibu melahirkan di kampungnya, tidak mendapatkan pelayanan semacam itu. "Kami juga ingin memperoleh pelayanan yang sama, sampai kapan akan begini terus? Apa sampai anak cucu kelak?. Tolonglah, yang masuk akal," beber Sukarjan.

Begitupun saat ada proyek bantuan pemerintah , pegawai yang akan monitoring dan evaluasi, lebih memilih datang ke Balai Desa Kedungasem. Untuk cek lokasi, biasanya diwakilkan kepada perangkat desa. "Pernah ada bantuan sumur. Pegawainya di balai desa, lalu kameranya dititipkan pak perangkat desa. Perangkat desa yang ngalahi datang ke sini," ucapnya blak-blakan.

Baca juga: Gempar Mobil Berlapis Emas dan Berlian di Subang, Pemiliknya Juga Bangun Musala Rp11 M

Tak hanya aparat pemerintah, rasa takut masuk Dusun Ngaglik, juga menghinggapi para pekerja seni dan pelaku usaha lain. Manakala berlangsung warga punya hajat di dalam dusun ini, tidak pernah ada grup seni tayub maupun ketoprak yang berani tampil.

Bahkan tukang penggergajian kayu sekalipun, ketika ada warga Dusun Ngaglik, berniat memotong kayu, mereka meminta supaya kayu diangkut keluar dusun dulu . "Saya sendiri mengalami. Kayu saya angkut keluar dusun. Kan akhirnya harus tambah anggaran untuk angkutan, tambah tenaga, tambah waktu. Jadi tidak hemat. Itu baru soal mau motong kayu lho, belum yang lain," keluh Sukarjan.

Baca juga: Mendarat Darurat di Sultan Thaha, Batik Air Berhasil Dievakuasi di Bawah Guyuran Gerimis

Perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Dusun Ngaglik, pernah disampaikan kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Hafidz bahkan sempat berjanji akan datang ke Dusun Ngaglik, bersama para pejabat, untuk mengkampanyekan bahwa Ngaglik tidak seseram yang dibayangkan. Tapi sayang, sampai sekarang rencana itu belum terlaksana.

"Waktu di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sumber, Pak Bupati janji begitu. Langsung saya sampaikan kepada masyarakat. Warga ya seneng, tapi nyatanya juga belum ada datang ke sini. Pak Bupati kan kiai, masak nggak berani," imbuhnya tersenyum.

Sukarjan ingin supaya mitos masuk Dusun Ngaglik ketiban sial, perlahan bisa musnah. Kalau terbelenggu mitos, ia khawatir dusunnya akan sulit maju. "Yang sana-sana sudah berlarian, sini kok masih jalan di tempat. Kita juga ingin setara," tandasnya. Baca juga: Moeldoko Kudeta Ketua Umum Partai Demokrat, Emil Dardak: Jatim Tetap Loyal Pada AHY

Di balik rentetan kisah tidak mengenakkan itu, menurut Sukarjan terselip sisi positif. Sejak kecil sampai saat ini usia 42 tahun, ia tidak pernah mendengar ada warga Dusun Ngaglik kemalingan, karena diduga pelaku kejahatan juga takut masuk ke dalam kampungnya.

Bahkan Sukarjan menyebut Dusun Ngaglik seakan-akan seperti memperoleh dispensasi kriminal . "Motor lupa ditaruh di luar rumah sampai pagi ya aman-aman saja. Sisi positifnya itu, dispensasi kriminal, karena maling takut masuk sini," bebernya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muktamar ke-35 NU, Masyayikh...
Muktamar ke-35 NU, Masyayikh Sarang Restui dan Doakan Gus Salam Menakhodai PBNU
Polemik Pagar Beton...
Polemik Pagar Beton GWK Berakhir, 10 Keputusan Paruman Desa Adat Ungasan Dicabut
Puncak Peringatan Hari...
Puncak Peringatan Hari Kartini, Kongres Perempuan Dunia Bakal Digelar di Rembang
Sekdes di Rembang Ditahan...
Sekdes di Rembang Ditahan Kejaksaan Gara-gara Korupsi Dana Desa Rp400 Juta untuk Game Online
Kabar Mutasi Pejabat,...
Kabar Mutasi Pejabat, Wakil Ketua DPRD Rembang Ingatkan Peraturan Kemendagri
Terinspirasi Kiai dan...
Terinspirasi Kiai dan Gus, Muslimat Rembang Dukung Sudaryono Maju Pilgub Jateng
Rumah BUMN SIG Bantu...
Rumah BUMN SIG Bantu UMKM Batik Rembang Tembus Pasar Global
SIG Salurkan Air Bersih...
SIG Salurkan Air Bersih untuk 457 Keluarga di Rembang dan Blora
Promosikan Potensi Herbal...
Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved