Bikin Haru! Berpenghasilan Rp15.000 Sehari, Janda Hidupi Dua Anak dan Ibu yang Buta
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:51 WIB
loading...
Asnawati (tengah) dan ibunya yang tunanetra Khadisa saat dikunjungi Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis
A
A
A
BATUBARA - Menghidupi keluarga lazimnya menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun tidak demikian dengan nasib Asnawati (46) seorang janda dua anak yang tinggal di gubuk di Dusun Tiga Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (06/03/2020)
Dia harus menjadi seorang ibu dan juga sekaligus ayah demi menafkahi kedua anaknya dan juga ibunya, Khadisa (80) yang mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak 6 tahun lalu.
Baca juga: Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat, Pekik 'Moeldoko Presiden 2024' Gemparkan Lokasi KLB
Asnawati mengaku hanya mampu menafkahi anak dan ibunya yang tidak bisa melihat dengan penghasilannya yang sangat minim sebagai peraut lidi dan upah dari hasil kain tenun. Dari hasil mencari lidi Asnawati berpenghasilan rata rata Rp. 15.000/hari, ditambah hasil tenun kain senilai Rp. 70.000/helai.
Namun untuk mendapatkan uang hasil tenun sebesar Rp. 70.000, Asnawati harus menunggu selama sepuluh hari untuk proses waktu penyelesaian 1 Helai kain yang upahnya senilai Rp. 70.000 Rupiah, meski demikian Asnawati mengaku tidak pernah mengeluh dengan kondisi dan beban hidup yang harus ia pikul.
Asnawati juga mengaku selain mendapatkan uang dari hasil meraut lidi dan menenun kain, ia dan ibunya juga sempat beberapa kali menerima bantuan berbentuk uang dan beras dari orang orang yang prihatin dengan kehidupannya. Ia juga sangat berharap kepada pemerintah Batu Bara agar sudi kiranya membedah rumah gubuk tempat tinggalnya.
Baca juga: Keluarga Korban Penculikan di Langkat Minta Polisi Tangkap Pelaku
Dia harus menjadi seorang ibu dan juga sekaligus ayah demi menafkahi kedua anaknya dan juga ibunya, Khadisa (80) yang mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak 6 tahun lalu.
Baca juga: Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat, Pekik 'Moeldoko Presiden 2024' Gemparkan Lokasi KLB
Asnawati mengaku hanya mampu menafkahi anak dan ibunya yang tidak bisa melihat dengan penghasilannya yang sangat minim sebagai peraut lidi dan upah dari hasil kain tenun. Dari hasil mencari lidi Asnawati berpenghasilan rata rata Rp. 15.000/hari, ditambah hasil tenun kain senilai Rp. 70.000/helai.
Namun untuk mendapatkan uang hasil tenun sebesar Rp. 70.000, Asnawati harus menunggu selama sepuluh hari untuk proses waktu penyelesaian 1 Helai kain yang upahnya senilai Rp. 70.000 Rupiah, meski demikian Asnawati mengaku tidak pernah mengeluh dengan kondisi dan beban hidup yang harus ia pikul.
Asnawati juga mengaku selain mendapatkan uang dari hasil meraut lidi dan menenun kain, ia dan ibunya juga sempat beberapa kali menerima bantuan berbentuk uang dan beras dari orang orang yang prihatin dengan kehidupannya. Ia juga sangat berharap kepada pemerintah Batu Bara agar sudi kiranya membedah rumah gubuk tempat tinggalnya.
Baca juga: Keluarga Korban Penculikan di Langkat Minta Polisi Tangkap Pelaku
Lihat Juga :