Respons Pemerintah Setelah 'Indonesia Terserah' Ramai
Senin, 18 Mei 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
“Artinya satu orang dokter paru harus layani sekitar 245.000 WNI. Sehingga apabila kita kehilangan dokter kita akan kerugian besar. Mari kita bekerja sama. Cegah dan hindari jangan sampai kita sakit. Segala ketentuan yang berhubungan dengan protokol kesehatan dan ketentuan di bawah UU 6 Tahun 2018 tentang Kedaruratan Kesehatan harus dipatuhi,” paparnya.
Pada kesempatan itu dia juga menyoroti mulai ramainya beberapa tempat publik. Padahal hingga kini pemerintah belum melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).
“Belum ada pengurangan terhadap pelonggaran tetapi masyarakat sudah banyak yang aktivitas di luar rumah. Sekali lagi marilah kita sama-sama meningkatkan kesadaran bahwa aktivitas kita yang timbulkan kerumunan akan membahayakan. Baik membahayakan diri kita atau orang-orang di sekitar kita. Kalau kita negatif, mungkin kita yang akan tertular. Tapi kalau kita yang positif tanpa gejala bisa jadi kita yang akan menulari,” tandasnya.
Pada kesempatan itu dia juga menyoroti mulai ramainya beberapa tempat publik. Padahal hingga kini pemerintah belum melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).
“Belum ada pengurangan terhadap pelonggaran tetapi masyarakat sudah banyak yang aktivitas di luar rumah. Sekali lagi marilah kita sama-sama meningkatkan kesadaran bahwa aktivitas kita yang timbulkan kerumunan akan membahayakan. Baik membahayakan diri kita atau orang-orang di sekitar kita. Kalau kita negatif, mungkin kita yang akan tertular. Tapi kalau kita yang positif tanpa gejala bisa jadi kita yang akan menulari,” tandasnya.
(ihs)
Lihat Juga :