WHO Minta Uji Klinis Vaksin Sinovac Diperpanjang, Ternyata Ini Alasannya
Jum'at, 05 Maret 2021 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Muncul Klaster Banjir Karawang, Sehari 400 Warga Positif COVID-19
Dia menyebutkan, jangka waktu kemampuan vaksin membentuk antibodi penting diketahui untuk merencanakan program vaksinasi.
Seperti halnya vaksinasi divteri, dilakukan selama empat kali serta vaksin influenza lainnya yang daya tahannya tidak lebih dari dua tahun.
Baca juga: Tekanan Tinggi, Kesehatan Mental Isu Krusial di Tengah Pandemi COVID-19
"Ini kan vaksin yang dihasilkan dari virus yang dimatikan, kemampuannya tidak mungkin seumur hidup. Maksimal satu tahun, dua tahun sudah tidak terlalu bagus lagi. Nah ini yang ingin kami ketahui," imbuh dia.
Dia menyebutkan, jangka waktu kemampuan vaksin membentuk antibodi penting diketahui untuk merencanakan program vaksinasi.
Seperti halnya vaksinasi divteri, dilakukan selama empat kali serta vaksin influenza lainnya yang daya tahannya tidak lebih dari dua tahun.
Baca juga: Tekanan Tinggi, Kesehatan Mental Isu Krusial di Tengah Pandemi COVID-19
"Ini kan vaksin yang dihasilkan dari virus yang dimatikan, kemampuannya tidak mungkin seumur hidup. Maksimal satu tahun, dua tahun sudah tidak terlalu bagus lagi. Nah ini yang ingin kami ketahui," imbuh dia.
(boy)
Lihat Juga :