Tolak KLB Abal-abal, Ketua DPC Demokrat Lombok Barat Ancam Pidanakan Penumpang Gelap
Jum'at, 05 Maret 2021 - 13:38 WIB
loading...
Ketua DPC Partai Demokrat Lobar Indra Jaya Usman menolak KLB Abal-abal di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Foto/iNews TV/Muzakir Zaxy
A
A
A
LOMBOK BARAT - DPC Partai Demokrat Kabupaten Lombor Barat (Lobar) menolak tegas pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara. KLB tersebut dinilai abal-abal tersebut tidak dihadiri pemilik suara yang sah.
Baca juga: Disebut KLB Bodong, Demokrat Ungkap 1.200 Orang Bukan Pemilik Suara Sah
"DPC Demokrat Lobar menolak dengan tegas diadakannya KLB abal-abal di Medan," tegas Ketua DPC Partai Demokrat Lobar Indra Jaya Usman, Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Ini Nama-nama Calon Ketum yang Muncul di KLB Demokrat
Dia menambahkan, KLB tersebut tidak memenuhi syarat AD/ART yang disahkan oleh negara melalui Kementerian Hukum dan HAM RI. "Dan kami mengancam siapapun yang mengatasnamakan pemilik suara yang sah dari DPC Demokrat Lobar untuk kami pidanakan," ancamnya.
Dikonfirmasi terkait adanya keterlibatan kader di Lobar, Iju panggilan akrab Indra Jaya Usman mengatakan bahwa kader Partai Demokrat yang sah tidak ada yang terlibat. Hanya saja, lanjut dia, ada pergerakan dari orang yang sudah keluar dari Demokrat ke partai lain yang mencoba membujuk beberapa pengurus untuk ikut dengan iming-iming uang.
Baca juga: Disebut KLB Bodong, Demokrat Ungkap 1.200 Orang Bukan Pemilik Suara Sah
"DPC Demokrat Lobar menolak dengan tegas diadakannya KLB abal-abal di Medan," tegas Ketua DPC Partai Demokrat Lobar Indra Jaya Usman, Jumat (5/3/2021).
Baca juga: Ini Nama-nama Calon Ketum yang Muncul di KLB Demokrat
Dia menambahkan, KLB tersebut tidak memenuhi syarat AD/ART yang disahkan oleh negara melalui Kementerian Hukum dan HAM RI. "Dan kami mengancam siapapun yang mengatasnamakan pemilik suara yang sah dari DPC Demokrat Lobar untuk kami pidanakan," ancamnya.
Dikonfirmasi terkait adanya keterlibatan kader di Lobar, Iju panggilan akrab Indra Jaya Usman mengatakan bahwa kader Partai Demokrat yang sah tidak ada yang terlibat. Hanya saja, lanjut dia, ada pergerakan dari orang yang sudah keluar dari Demokrat ke partai lain yang mencoba membujuk beberapa pengurus untuk ikut dengan iming-iming uang.
Lihat Juga :