Banjir Jilid 2 Terjang Lamongan, Luapan Anak Bengawan Solo Rendam 62 Desa

loading...
Banjir Jilid 2 Terjang Lamongan, Luapan Anak Bengawan Solo Rendam 62 Desa
Banjir akibat luapan Bengawan Njero, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo, menerjang 62 desa di Kabupaten Lamongan. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
LAMONGAN - Banjir akibat luapan Bengawan Njero, anak Sungai Bengawan Solo , kembali terjadi. Banjir jilid dua ini menerjang 62 desa di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Bengawan Njero, tak mampu menampung limpahan air dari tingginya curah hujan.

Baca juga: Politikus Gerindra: Stop Saling Serang Politik soal Banjir

Pompa pembuangan air di wilayah terdampak banjir , tidak berfungsi maksimal. "Untuk yang saat ini, banjir terjadi di 62 desa di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, dan Turi," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin.



Sama seperti banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Banjir di Lamongan kali ini juga menggenangi rumah warga dan jalan-jalan poros desa. Tercatat, ada 3.592 rumah warga yang dihuni 3.712 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo ini.



Baca juga: Istrinya Selingkuh, Pria Setengah Baya Tusuk Kepala Sekolah di Boyolali

"Rumah yang terendam banjir , terbanyak ada di Kecamatan Turi, yaitu 1.632 rumah; Kecamatan Deket, 649 rumah; Kecamatan Kalitengah, 519 rumah; Kecamatan Karangbinangun, 449 rumah; dan Kecamatan Glagah, 343 rumah," ujar Muslimin.

Ketinggian air banjir yang menggenangi rumah warga mencapai 30-50 cm. Selain itu, banjir juga menggenangi jalan poros desa yang ada di lima kecamatan tersebut, dengan ketinggian air banjir yang menggenangi jalan mencapai 20-80 cm. "Total kerugian akibat banjir ini ditaksir lebih dari Rp35 miliar," imbuhnya.

Baca juga: 500 Hektare Tanah Dirampas, Tangis Ratusan Warga Langkat Pecah di Pinggir Jalan

Untuk mengatasi banjir ini, lanjut Muslimin, pihaknya terus mengoptimalkan pompa air untuk memompa air dari Bengawan Njero, menuju Bengawan Solo. Pengoptimalan pompa dilakukan seiring dengan masih tingginya curah hujan.



" Banjir di Bengawan Njero ini, akibat curah hujan beberapa hari terakhir yang cukup merata, sehingga membuat waduk dan rawa debit airnya penuh, seperti Waduk Gondang yang limpasannya sudah setinggi 28 cm," pungkas Muslimin.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top