UMKM di Sulawesi Utara Akan Jadi Penyedia Kebutuhan Hotel
Jum'at, 26 Februari 2021 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, kerja sama telah dilakukan di enam provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat. Untuk 2021 kerja sama dimulai dari Sulawesi Utara. Kemendag, lanjut Ida, akan membentuk tim untuk mengevaluasi pelaksanaan perjanjian kerja sama setiap empat bulan sekali.
Berdasarkan pelaksanaan enam kerja sama yang dilakukan sebelumnya, nilai kontrak hotel dengan UMKM mencapai Rp492,803 juta perbulan dengan jumlah seluruh kontrak selama satu tahun mencapai Rp5,9 miliar. Sementara penyaluran kredit BNI kepada UMKM senilai Rp3,37 miliar.
“Hal ini merupakan langkah nyata dalam upaya memberikan kepastian untuk memproduksi dan memasarkan produk UMKM secara berkelanjutan. Diharapkan kebutuhan hotel atas produk UMKM ke depan dapat terus ditingkatkan,” kata Ida.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen menambahkan, Pemerintah Sulut menjadikan pengembangan UMKM sebagai program prioritas.
“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menggairahkan UMKM Sulawesi Utara,” kata Edwin.
Sementara itu, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons di lokasi terpisah menyampaikan rasa hormatnya karena dapat terus mendukung Pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi.
“Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang telah dikurasi di Sulawesi Utara serta provinsi-provinsi lain sebelumnya,” ungkapnya.
Berdasarkan pelaksanaan enam kerja sama yang dilakukan sebelumnya, nilai kontrak hotel dengan UMKM mencapai Rp492,803 juta perbulan dengan jumlah seluruh kontrak selama satu tahun mencapai Rp5,9 miliar. Sementara penyaluran kredit BNI kepada UMKM senilai Rp3,37 miliar.
“Hal ini merupakan langkah nyata dalam upaya memberikan kepastian untuk memproduksi dan memasarkan produk UMKM secara berkelanjutan. Diharapkan kebutuhan hotel atas produk UMKM ke depan dapat terus ditingkatkan,” kata Ida.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen menambahkan, Pemerintah Sulut menjadikan pengembangan UMKM sebagai program prioritas.
“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menggairahkan UMKM Sulawesi Utara,” kata Edwin.
Sementara itu, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons di lokasi terpisah menyampaikan rasa hormatnya karena dapat terus mendukung Pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi.
“Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang telah dikurasi di Sulawesi Utara serta provinsi-provinsi lain sebelumnya,” ungkapnya.
Lihat Juga :