Pencuri Ternak Lari Terbirit-birit saat Tahu Warga Menghadang, Motor Pelaku Dibakar
Rabu, 24 Februari 2021 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu membuat para pelaku leluasa beraksi terlebih di tengah malam yang begitu sepi. “Empat desa di ujung utara Kecamatan Sape yakni Desa Kowo, Buncu, Lamere, dan Desa Poja, menjadi sasaran para pelaku pencurian. Untuk itu, kami meminta agar pihak kepolisian dapat mengisi Kapospol yang ada di Lamere, guna mengantisipasi maraknya kasus pencurian,” ungkap Kades Poja.
Baca juga: Terungkap, Usai Dilepas 92 Ekor Sapi Selundupan Kembali Dibongkar di Tengah Laut
Dia bahkan menegaskan, tidak mengakui lagi keberadaan Polsek Sape dan Pos Brimob yang baru baru ini dibangun, jika kembali terjadi kasus pencurian yang sama. Sebab, saat ini warga pun sudah tak berani melintas jalan Sape-Wera jika sudah malam hari karena khawatir dicurigai sebagai pelaku pencurian ternak.
“Jika sudah diteriakin maling, pasti warga lain tak segan bermain hakim sendiri. Padahal belum tentu yang diteriaki adalah pelakunya. Tapi itulah kenyataannya akibat minimnya perhatian dari Aparat Penegak Hukum," ketusnya.
Robi menyebutkan, wilayah utara Sape merupakan daerah lintasan perbukitan sehingga memberikan peluang pelaku untuk selalu beraksi, terlebih kurangnya pengamanan dan patroli keliling dari pihak kepolisian. “Bila perlu di ujung Desa Poja harus dibangun lagi Pos Polisi untuk menjaga semua itu. Karena, Desa Poja merupakan desa perbatasan Kecamatan Sape dan Kecamatan Wera,” imbuhnya.
Baca juga: 2 Mama Muda Curi Baju di Toko Tak Sadar Terekam CCTV
Sementara itu, Kapolsek Sape, AKP Quraisin membenarkan adanya pembakaran sepeda motor milik terduga pelaku. Sepeda motor jenis Beat warna putih telah dibakar oleh warga setelah mengetahui terduga pelaku kabur dari atas pegunungan.
“Motor terduga pelaku dibakar massa di Lapangan Desa Poja. Namun hingga kini, Polsek Sape belum menerima laporan resmi dari kejadian itu. Babinkantibmas desa setempat pun, sedang berada di wilayah Kota Bima, sehingga agak kesulitan untuk mendapat data resmi," ungkapnya.
Baca juga: Terungkap, Usai Dilepas 92 Ekor Sapi Selundupan Kembali Dibongkar di Tengah Laut
Dia bahkan menegaskan, tidak mengakui lagi keberadaan Polsek Sape dan Pos Brimob yang baru baru ini dibangun, jika kembali terjadi kasus pencurian yang sama. Sebab, saat ini warga pun sudah tak berani melintas jalan Sape-Wera jika sudah malam hari karena khawatir dicurigai sebagai pelaku pencurian ternak.
“Jika sudah diteriakin maling, pasti warga lain tak segan bermain hakim sendiri. Padahal belum tentu yang diteriaki adalah pelakunya. Tapi itulah kenyataannya akibat minimnya perhatian dari Aparat Penegak Hukum," ketusnya.
Robi menyebutkan, wilayah utara Sape merupakan daerah lintasan perbukitan sehingga memberikan peluang pelaku untuk selalu beraksi, terlebih kurangnya pengamanan dan patroli keliling dari pihak kepolisian. “Bila perlu di ujung Desa Poja harus dibangun lagi Pos Polisi untuk menjaga semua itu. Karena, Desa Poja merupakan desa perbatasan Kecamatan Sape dan Kecamatan Wera,” imbuhnya.
Baca juga: 2 Mama Muda Curi Baju di Toko Tak Sadar Terekam CCTV
Sementara itu, Kapolsek Sape, AKP Quraisin membenarkan adanya pembakaran sepeda motor milik terduga pelaku. Sepeda motor jenis Beat warna putih telah dibakar oleh warga setelah mengetahui terduga pelaku kabur dari atas pegunungan.
“Motor terduga pelaku dibakar massa di Lapangan Desa Poja. Namun hingga kini, Polsek Sape belum menerima laporan resmi dari kejadian itu. Babinkantibmas desa setempat pun, sedang berada di wilayah Kota Bima, sehingga agak kesulitan untuk mendapat data resmi," ungkapnya.
Lihat Juga :