Lansia Tewas Dibunuh, Kasatreskrim: Kepalanya Dipukul Pakai Benda Tumpul
Rabu, 24 Februari 2021 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi korban itu diungkap saksi Riki Suchendar (38) yang sempat melihat ke dalam rumah. Saat itu, Riki didatangi Ratna (20), pembantu di rumah Dewi Romlah. Saksi Ratna meminta tolong dan memberitahu ada dua pria tinggi besar membawa linggis masuk rumah dan menganiaya Ratna dan Dewi.
Namun berdasarkan kesaksian Yadi Hermansah, satpam Kompleks Buana Cigi Regency, sebelum Ratna meminta tolong ke saksi Riki Suchendar, tak satupun tamu masuk dan keluar kompleks perumahan. Kebetulan pada Kamis (18/2/2021) petang itu, Yadi tengah berjaga di pos penjagaan kompleks.
Padahal, Kompleks Perumahan Buana Cigi Regency menerapkan pengamanan cukup ketat. Hanya ada satu pintu gerbang untuk masuk ke lingkungan kompleks perumahan. Tamu atau pendatang wajib melapor ke petugas keamanan yang berjaga di pos.
Yadi Hermansah mengatakan, saat pembunuhan terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, dirinya sedang berjaga di pos. Saat itu, Yadi, tak mendengar suara gaduh atau keributan di rumah korban.
"Gak ada orang yang masuk (ke kompleks perumahan). Kalau ada orang masuk mah pasti saya liat. Gak ada tamu sama sekali. Walaupun ada tamu pasti kan lapor dulu, kemarin gak ada. Gak ada yang keluar juga," kata Yadi ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat (19/2/2021).
Tak lama kemudian, telepon seluler (ponsel) Yadi berdering. Panggilan telepon itu dari Riki Suchendar, tetangga korban Dewi Romlah yang menginformasikan ada dua orang membawa linggis di dalam rumah korban. Kemudian, Yadi dan rekan satpam, mendatangi lokasi kejadian.
"Saya berjaga di luar. Sedangkan teman saya masuk ke dalam (rumah korban Dewi Romlah). Teman saya yang masuk ke dalam rumah menemukan korban (Dewi Romlah) masih mengenakan mukena putih, tergeletak bersimbah darah di kamar mandi. Kondisi rumah korban rapi, tak ada barang berserakan," ujar Yadi.
Namun berdasarkan kesaksian Yadi Hermansah, satpam Kompleks Buana Cigi Regency, sebelum Ratna meminta tolong ke saksi Riki Suchendar, tak satupun tamu masuk dan keluar kompleks perumahan. Kebetulan pada Kamis (18/2/2021) petang itu, Yadi tengah berjaga di pos penjagaan kompleks.
Padahal, Kompleks Perumahan Buana Cigi Regency menerapkan pengamanan cukup ketat. Hanya ada satu pintu gerbang untuk masuk ke lingkungan kompleks perumahan. Tamu atau pendatang wajib melapor ke petugas keamanan yang berjaga di pos.
Yadi Hermansah mengatakan, saat pembunuhan terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, dirinya sedang berjaga di pos. Saat itu, Yadi, tak mendengar suara gaduh atau keributan di rumah korban.
"Gak ada orang yang masuk (ke kompleks perumahan). Kalau ada orang masuk mah pasti saya liat. Gak ada tamu sama sekali. Walaupun ada tamu pasti kan lapor dulu, kemarin gak ada. Gak ada yang keluar juga," kata Yadi ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat (19/2/2021).
Tak lama kemudian, telepon seluler (ponsel) Yadi berdering. Panggilan telepon itu dari Riki Suchendar, tetangga korban Dewi Romlah yang menginformasikan ada dua orang membawa linggis di dalam rumah korban. Kemudian, Yadi dan rekan satpam, mendatangi lokasi kejadian.
"Saya berjaga di luar. Sedangkan teman saya masuk ke dalam (rumah korban Dewi Romlah). Teman saya yang masuk ke dalam rumah menemukan korban (Dewi Romlah) masih mengenakan mukena putih, tergeletak bersimbah darah di kamar mandi. Kondisi rumah korban rapi, tak ada barang berserakan," ujar Yadi.
Lihat Juga :