Ridwan Kamil Dikabar ke Golkar, Saan Mustofa: Kami Justru Tidak Minta Kang Emil Jadi Kader

loading...
Ridwan Kamil Dikabar ke Golkar, Saan Mustofa: Kami Justru Tidak Minta Kang Emil Jadi Kader
Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustofa (kanan) saat menyerahkan surat dukungan kepada Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar di ajang Pilgub Jabar 2018 lalu. Foto/MPI
BANDUNG - Sebagai partai pengusung Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 lalu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) angkat bicara menanggapi kabar Ridwan Kamil tengah mengincar kursi ketua Partai Golkar Jabar.

Meski kabar tersebut telah dibantah Ridwan Kamil, namun Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustofa menegaskan, pihaknya tak menginginkan Ridwan Kamil menjadi kader partai. Bahkan, kata Saan, partainya sendiri pun tak pernah memberikan tawaran kepada Ridwan Kamil untuk menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu."Kalau kami sejak awal justru tidak meminta Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) jadi kader Nasdem, malah saya juga sarankan beliau supaya tidak jadi kader partai manapun," ungkap Saan, Senin (12/2/2021).

Bagi Partai NasDem, lanjut Saan, Ridwan Kamil tetaplah seorang teknokrat dengan gaya kepemimpinan khas teknokrat. Diketahui, Ridwan Kamil merupakan merupakan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sempat berprofesi sebagai arsitek."Beliau ini teknokrat, biarlah tetap jadi teknokrat. Kalau jadi pengurus atau kader partai, dia bakal terbebani," tegas Saan. Baca juga: Tinjau Longsor Cimanggung Sumedang, Ridwan Kamil: Peringatan Kelaikan Permukiman

Saan menegaskan, hingga saat ini, partainya tetap tidak menginginkan Ridwan Kamil menjadi kader partai. Terlebih, kata Saan, Indonesia pun memiliki pengalaman dipimpin oleh seorang teknokrat, yakni mantan Wakil Presiden Boediono yang dikenal sebagai ekonom. "Sampai sekarang masih dalam posisi seperti itu, menyarankan tidak jadi kader partai manapun, biar Kang Emil jadi milik semua partai," tegasnya.



Disinggung apakah Ridwan Kamil butuh kendaraan politik untuk menghadapi ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menyusul masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar habis 2023 mendatang, Saan menjelaskan, Ridwan Kamil justru dapat lebih leluasa bergerak jika tidak menjadi kader partai.

Dalam hitung-hitungan politisnya, Saan yakin, Ridwan Kamil yang kini telah masuk dalam bursa calon presiden (capres) potensial justru bakal kesulitan bergerak di tengah posisinya sebagai kader partai atau menjadi ketua partai di Jabar."Justru dengan tanpa posisi itu bagus buat kang Emil. Dia bisa keliling Indonesia, blusukan untuk mempersiapkan diri di pilpres. Kalau misalkan jadi ketua partai di Jabar, dia bakal kesulitan keliling Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai apa?" kata Saan.

Diketahui, kabar Ridwan Kamil tengah mengincar kursi Ketua Golkar Jabar keluar dari mulut pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin. Ujang mengaku, mendapatkan informasi bahwa Emil mengincar kursi Ketua DPD Golkar Jabar pasca masa jabatannya habis pada 2023 mendatang. Baca juga: Kapolsek Cantik Nyabu, Ridwan Kamil: Jauhi Narkoba, Dekati D/ayana



"Saya dengar RK (Ridwan Kamil), sedang berencana atau mengincar ingin jadi Ketua DPD Golkar Jabar. Itu artinya RK sudah paham dan sudah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Daripada nanti gak punya jabatan, maka ambil posisi Ketua Golkar Jabar," ujar Ujang kepada MNC Portal, Minggu (21/2/2021).

Namun begitu, Ridwan Kamil membantah kabar tersebut. Dia beralasan, jika kabar tersebut benar adanya, dirinya tentu sudah melakukan pergerakan politik, agar kursi tersebut bisa diraihnya. "Iformasi itu tidak betul. Kalau betul, sejak kemaren musda (Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar Jabar) sudah ada pergerakan. Kan ga ada," ujar Emil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/2/2021).
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top