Guru Besar Unpad: Anak Korban Tersembunyi Pandemi COVID-19
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Survei yang sama dilakukan pada masa pandemi menunjukkan emotional symptoms 35,4%, conduct problems 23,9%, hyperactivity 18,9%, peer problems 26,1% dan masalah keseluruhan 35,6%.
"Akibat pandemi masalah mental emosi menunjukkan peningkatan, tampaknya masalah emosi paling menonjol, sedangkan sebelum pandemi masalah conduct lebih menonjol,” ujar Prof Meita Dhamayanti.
Dia menjelaskan, pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia, khususnya ilmu kedokteran. Perkembangan pandemi COVID-19 terus berubah secara dinamis. Spektrum ilmu tumbuh kembang anak-pediatri sosial pun berkembang secara dinamis seiring dengan kemajuan teknologi kesehatan anak dan perubahan berbagai determinan bio-psiko-sosial.
"Di era epigenetik saat ini perlu dipahami bahwa potensi genetik seorang anak dibentuk dari interaksi aspek alamiah (nature) dan aspek pengasuhan (nurture)," katanya.
"Akibat pandemi masalah mental emosi menunjukkan peningkatan, tampaknya masalah emosi paling menonjol, sedangkan sebelum pandemi masalah conduct lebih menonjol,” ujar Prof Meita Dhamayanti.
Dia menjelaskan, pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia, khususnya ilmu kedokteran. Perkembangan pandemi COVID-19 terus berubah secara dinamis. Spektrum ilmu tumbuh kembang anak-pediatri sosial pun berkembang secara dinamis seiring dengan kemajuan teknologi kesehatan anak dan perubahan berbagai determinan bio-psiko-sosial.
"Di era epigenetik saat ini perlu dipahami bahwa potensi genetik seorang anak dibentuk dari interaksi aspek alamiah (nature) dan aspek pengasuhan (nurture)," katanya.
(shf)
Lihat Juga :