Konservasi SDA Lingkungan Gunung Rinjani Harus Libatkan Masyarakat Adat

Selasa, 23 Februari 2021 - 05:55 WIB
loading...
Konservasi SDA Lingkungan...
Tradisi adat Sasak ‘Asuh Gunung Rinjani’ yang dimotori Laskar Sasak Lombok-Nusa Tenggara Barat di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (22/2/2021).
A A A
BAYAN - Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan, konservasi lingkungan hidup khususnya kawasan hutan serta sumber daya alam di areal pegunungan mesti berbasis adat dan budaya. Pelibatan aktif masyarakat adat menjadi keharusan.

Direktur Jendral Konservasi, Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian KLH, Wiratno menyampaikan hal itu dalam sambutan di acara tradisi adat Sasak ‘Asuh Gunung Rinjani’ yang dimotori Laskar Sasak Lombok-Nusa Tenggara Barat di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (22/2/2021).

“Proses pelestarian hutan dan konservasi sumber daya alam termasuk dikawasan pegunungan khususnya di Gunung Rinjani mesti berbasis budaya dan adat sehingga menjadi keniscayaan bila keterlibatan masyarakat adat setempat harus dikedepankan,” kata Wiratno.

Baca juga: Gempa M 5,8 Buol Sulteng Dirasakan Kuat Warga Bone Bolango dan Toli Toli

Wiratno menyampaikan, saat ini pihaknya mencatat ada 14 daerah khususnya berbasis desa yang sudah berkomitmen untuk menggunakan adat dan budaya sebagai bagian penting proses konservasi dan pelestarian lingkungan hidup.

“Desa Sinaru yang berada di lereng Gunung Rinjani bisa menjadi bagian dari 14 daerah konservasi lainnya yang melibatkan masyarakat adat untuk proses pelestarian lingkungan. Kedepan model ini mesti didorong menjadi lebih masih lagi sehingga tradisi adat dan budaya bangsa bisa menjadi solusi bagi penyelesaian problem bangsa tidak hanya soal pelestarian lingkungan saja,” tegas Wiratno.

Ketua Harian Laskar Sasak, Lalu Sofyan Hadi membenarkan bila Laskar Sasak menjadi motor dalam acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani yang merupakan rangkaian acara dari program LombokMercusar yang sudah dideklarasikan pada awal Oktober 2020 lalu.

“Pada awal bulan ini [Februari 2021) sudah ada 2 acara yang dimotori Laskar Sasak yang digelar, pertama Ritual Nyentulak, doa tolak balak di Desa Biluk Petung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur serta Pengukuhan Pemangku Hutan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada 1 Februari 2021 lalu. Khusus saat ini di Senaru ada lagi Ritual Asuh Gunung Rinjani,” ungkap Miq Sofyan, panggilan dari Lalu Sofyan Hadi.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pemkab Lombok Barat Imbau Warganya Waspada Bencana Alam

Pembina Laskar Sasak yang juga Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudi Adi Siswanto menyatakan bahwa pulau Lombok ini memiliki potensi energi yang luar biasa sejak era masa lalu khususnya saat Gunung Rinjani bernama Gunung Samaras.

“Gunung Rinjani kuno atau yang dikenal Gunung Samalas pernah meletus 1257 masehi, dan letusannya sangat dahsyat yang membuat dampak buruk hingga daratan eropa. Hasil letusan Gunung Samalas itu kini berubah menjadi Gunung Rinjani dan danau segara anak. Artinya dengan doa-doa suci mengharapkan energi negatif yang dimiliki Rinjani menjadi energi positif untuk kepentingan bangsa dan umat manusia," kata Wahyudi.

Secara khusus, Wahyudi menyatakan bahwa manusia seharusnya mengedepankan relasi yang berdasarkan pada konsep trilogi. “Relasi yang berkonsepsi trilogi dalam kehidupan manusia itu berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Semua konsepsi trilogi relasi itu ada aturannya yang mendasarkan pada agama serta adat dan budaya. Dalam semua itu yang menjadi dasarnya adalah kasih sayang,” tegas Wahyudi.

Adat Sasak, lanjut Wahyudi, telah mengimplementasikan konsepsi trilogi relasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan sudah sangat nyata termasuk dalam acara Ritual Asuh Gunung Rinjani ini.

“Besar harapannya dimana Lombok bila dilihat dalam deretan pulau-pulau nusantara merupakan titik tengah pada busur rangkaian kepulauan, sehingga dengan LombokMercusuar yang bertemakan membumikan nasionalisme dari Bumi Lombok dengan mendepankan adat dan budaya bisa menjadi raw model secara nasional kedepannya,” ungkap alumni Fakultas Pertanian Universitas Jember itu.

Sementara itu rangkaian acara ritual adat Asuh Gunung Rinjani dimulai dgn penyembelihan sejumlah hewan korban, proses simbeq bagi warga dan tetamu yang hadir, pemberian santunan bagi yatim piatu, prosesi acara diakhiri dengan pembacaan doa-doa pujian yang dipimpin Amaq Lokak beserta tetua adat dan laskar sasak.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPP Partai Perindo Serahkan...
DPP Partai Perindo Serahkan SK Ketua DPD Lombok Utara kepada Fajar Marta
Sambut HUT Ke-80 RI,...
Sambut HUT Ke-80 RI, Relawan di Bintan Gelar Konservasi Dugong dan Ekosistem Laut
Wacana Pembangunan Kereta...
Wacana Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, AHY: Saya Pelajari Dulu
Percepat Inovasi di...
Percepat Inovasi di HUT ke-17, Bupati Najmul Akhyar Kian Semangat Majukan Ekonomi dan Pariwisata Lombok Utara
Gubernur NTB di HUT...
Gubernur NTB di HUT ke-17 Kabupaten Lombok Utara: Saatnya Membangun dengan Cara yang Benar
HUT ke-17 Kabupaten...
HUT ke-17 Kabupaten Lombok Utara, Gubernur NTB Sampaikan Pesan Ini
Rinjani Jadi Saksi:...
Rinjani Jadi Saksi: Mobil Hybrid Jaecoo Sanggup Lari 1.660 KM Tanpa Mampir SPBU
Evita Nursanty Apresiasi...
Evita Nursanty Apresiasi Tiga Geopark Indonesia Raih Status Green Card dari UNESCO
Jalur Pendakian ke Gunung...
Jalur Pendakian ke Gunung Rinjani Ditutup, Menko Polkam: Keselamatan Pendaki Prioritas
Rekomendasi
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved