Mulai Bulan Depan, Kota Mojokerto Berani Terapkan KBM Tatap Muka untuk SD dan SMP

Selasa, 23 Februari 2021 - 06:09 WIB
loading...
Mulai Bulan Depan, Kota...
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (kanan) saat menggelar konferensi pers. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto bakal mulai menerapkan kegiatan belajar tatap muka (KBM) untuk sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Kendati demikian, KBM ini masih dilakukan secara terbatas.

Baca juga: Sulit Belajar Daring Karena Tak Punya Ponsel, Ini Solusinya

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengungkapkan, turunnya tren penularan COVID-19 di Kota Mojokerto, menjadi salah satu alasan pihaknya memberlakukan KBM tatap muka dalam waktu dekat ini.



"Kami memutuskan untuk melaksanakan kembali pembelajaran secara tatap muka , yang akan dimulai pada 1 Maret 2021. KBM tatap muka akan dilaksanakan secara terbatas dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Ika Puspitasari.

Baca juga: Tipu Warga Rp500 Juta, Pria Asal Padang Pariaman Dibekuk Saat Asyik Makan di Restoran

Pelaksanaan KBM tatap muka secara terbatas di masa pandemi COVID-19 ini, bukan kali pertama digelar Pemkot Mojokerto. Pada penghujung tahun 2020 kegiatan serupa sudah dilakukan. Kendati masih belum dilakukan di seluruh sekolah yang ada di Kota Onde-onde.

"Teknisnya sama seperti yang dilakukan pada Desember 2020 lalu. Ada jam pagi, ada jam kedua dimana antara siswa yang masuk di jam pertama dengan jam kedua tidak saling bertemu. Ada jeda satu jam, ini sebagai bentuk upaya agar tidak terjadi kerumunan ," imbuhnya.

Baca juga: Pengungsi Korban Banjir Karawang Terlantar, Bayi dan Lansia Tidur di Emperan Toko

Ada beberapa dasar yang digunakan Pemkot Mojokerto dalam melaksanakan KBM tatap muka secara terbatas. Diantaranya SKB 4 Meteri Nomor 04/KB/2020 dan Nomor 737 Tahun 2020. Kemudian SKB 4 Menteri Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020 serta Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.

Merujuk dari regulasi tersebut, ada lima hal yang wajib disiapkan sebelum KBM tatap muka secara tebatas ini dilangsungkan. Utamanya terkait dengan protokol kesehatan (prokes). Diantaranya, kapasitas peserta didik maksimal 50%. Siswa dan tenaga pendidik wajib mengenakan masker tiga lapis selama KBM berlangsung.

Baca juga: Medan Gempar, Wanita Muda Berkulit Mulus Mengenakan Pakaian Loreng Macan Tewas Misterius

Kemudian tersedianya alat cuci tangan dan dilakukan prosedur pencucian tangan sebelum memasuki ruang kelas dan setelah keluar ruang kelas. Selama aktivitas KBM diterapkan jarak minimal 1,5 meter antar siswa maupun dengan pendidik. Serta penerapan etika batuk dan bersin. Bagi siswa yang mengalami gejala batuk dan bersin tidak diperkenankan mengikuti KBM tatap muka.

"Disetiap sekolah sudah dibentuk Satgas COVID-19 masing-masing. Mereka yang bertugas memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Ini bukan pertama kali, bulan Desember 2020 lalu kita sudah menerapkan selama 10 hari dan tidak ada masalah. Sehingga sekarang tidak perlu trial," jelasnya.

Baca juga: Mayat Wanita Muda Berkulit Mulus Berbaju Loreng Macan Diduga Terkait Wanita yang Terbunuh di Sergai

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga memastikan jika sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di SD dan SMP untuk menunjang KBM tatap muka sudah tercukupi. Mulai dari tempat cuci tangan hingga kebutuhan masker serta termogun guna mengecek suhu tubuh juga telah disiapkan. Sehingga proses KBM tatap muka terbatas ini bisa dilangsungkan.

"Sekat di masing-masing bangku siswa maupun guru juga sudah siap. Kami memastikan bahwa KBM ini akan berjalan lancar dan prokes dilakukan secara ketat. Namun seluruh siswa yang mengikuti KBM tatap muka diwajibkan mendapat persetujuan dari orang tua juga," terang Ning Ita.

Baca juga: Mengerikan, Lingkungan dan Biota Laut di Selat Madura Terpapar Mikroplastik

Terlebih lagi, Ning Ita menyatakan dalam waktu dekat ini, proses vaksinasi tahap dua dengan sasaran tenaga pelayanan publik akan dilangsungkan. Dimana salah satu target sasaran merupakan tenaga pendidik. Untuk itu, ia berharap proses KBM tatap muka secara terbatas ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

"Insya Allah vaksinasi tahap dua dilakukan minggu terakhir Februari 2021. Sasarannya salah satunya tenaga pendidik. Saya rasa ini akan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah," tandas Ning Ita.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan...
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan Inovasi Kota Mojokerto
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Sidak Elpiji Melon,...
Sidak Elpiji Melon, Wali Kota Mojokerto Pastikan Stok Aman
Wali Kota Mojokerto...
Wali Kota Mojokerto Sampaikan 57 Rekomendasi pada Rakernas APEKSI 2023
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Sekolah Daring Batal,...
Sekolah Daring Batal, DPR: Hemat Boleh, tapi Pendidikan Tidak Boleh Ikut Dikorbankan
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
Alasan Tentara Israel...
Alasan Tentara Israel Tidak Berani Perang Tatap Muka dengan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved