Normalisasi Kali Angke Mendesak Dilakukan, untuk Cegah Banjir Tangerang

loading...
Normalisasi Kali Angke Mendesak Dilakukan, untuk Cegah Banjir Tangerang
Kali Angke butuh segera dinormalisasi, untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah Tanggerang Raya. Foto/Ilustrasi
SERANG - Mencegah terjadinya banjir di Tangerang Raya , Kali Angke perlu untuk dinormalisasi. Sebab wilayah banjir yang terjadi di Tangerang Raya, disebabkan oleh luapan Kali Angke.

Baca juga: Pengungsi Korban Banjir Karawang Terlantar, Bayi dan Lansia Tidur di Emperan Toko

Di Tangerang Raya, terdapat 55 kelurahan terkena banjir . Sebagian daerah banjir adalah langanan banjir setiap tahun, yaitu di Periuk, dan Total Persada karena posisinya di bawah sungai.





"Penanganannya sudah kita lakukan dengan memasang pompa . Namun kalau hujan besar di hulu kita tidak bisa mencegah. Pernah kita tawarkan relokasi, namun masyarakat menolak dengan alasan sudah betah," jelas Gubernur Banten.

Baca juga: Mengerikan, Lingkungan dan Biota Laut di Selat Madura Terpapar Mikroplastik

Dalam acara Telekonferensi Rakor Penanganan Bencana Banjir di DKI Jakarta, Provinsi Jabar, dan Provinsi Banten, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang juga dilakukan Senin (22/2/2021) Wahidin mengatakan, Kali Angke kontribusinya cukup besar untuk terulangnya banjir jika tidak dilakukan normalisasi.



"Yang perlu dilakukan ke depan, bagaimana menormalisasi Kali Angke. karena kontribusinya cukup besar untuk terulangnya banjir lagi. Kami juga sedang melakukan normalisasi situ-situ," tambahnya. Baca juga: Medan Gempar, Wanita Muda Berkulit Mulus Mengenakan Pakaian Loreng Macan Tewas Misterius

Dalam rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, juga diikuti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsatmaja, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, KASUM TNI, serta Asisten Operasi Kapolri.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top