Mengerikan, Lingkungan dan Biota Laut di Selat Madura Terpapar Mikroplastik

Selasa, 23 Februari 2021 - 00:24 WIB
loading...
Mengerikan, Lingkungan...
Mupalas mengaudit merk-merk bungkus plastik yang menjadi sampah di perairan. Foto/SINDOnews/HO/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Lingkungan dan biota laut di Selat Madura, terpapar mikroplastik . Hal itu terungkap setelah Mahasiswa Pecinta Alam (Mupalas) Universitas Muhammadiyah Surabaya, melakukan audit merk-merk bungkus plastik yang menjadi sampah di perairan (Brand Audit).

Baca juga: Heboh Ribuan Ikan Mati Mendadak di Situ Citongtut Bogor, Apa Penyebabnya?

Kegiatan tersebut dilakukan pada tiga lokasi sepanjang garis pantai timur Surabaya , hingga Kenjeran. Selama dua hari kegiatan brand audit, mereka menemukan 25 karung dengan berat 1.5 ton.



Ketua Umum Mupalas, Randu mengungkapkan, dari 1.510 lembar sachet ditemukan 10 teratas produsen terbanyak penyumbang sampah plastik yaitu produk sabun dan makanan. "Dari 10 perusahaan ini, yang mendominasi penyumbang sampah terbanyak adalah perusahaan penghasil produk-produk rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan diri," katanya.

Baca juga: Pengungsi Korban Banjir Karawang Terlantar, Bayi dan Lansia Tidur di Emperan Toko

Untuk itu, mahasiswa semester delapan jurusan keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya ini mendorong Gubernur Jatim segera membuat Perda Larangan Plastik Sekali Pakai. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan habis pakai dan plastik seperti popok sekali pakai, kantong plastik, Styrofoam, sedotan, botol plastik, dan kemasan sachet.

Randu menjelaskan, masih banyak ditemukannya sampah tidak bermerk yang didominasi kantong plastik dan sedotan, membuktikan bahwa saat ini masyarakat masih bergantung pada pengggunaan kemasan kantong plastik dan sedotan.

Kemasan kantong plastik itu diduga merupakan bagian banyak dari sampah rumah tangga. "Kesimpulan dari hasil brand audit ini menunjukkan bahwa sampah kebutuhan aktifitas rumah tangga masih mendominasi," tegasnya. Baca juga: Medan Gempar, Wanita Muda Berkulit Mulus Mengenakan Pakaian Loreng Macan Tewas Misterius

Menurutnya, fenomena orang menggunakan plastik jika dilihat dari kacamata sosiologi merupakan sebuah fenomena di mana orang ingin cepat dan praktis. Namun, dampak dari sampah plastik ini lebih banyak dari pada manfaatnya, maka sampah plastik ini akan terus menjadi permasalahan yang serius. "Kami khawatir terkait dampak mikroplastik pada lingkungan dan biota laut di Selat Madura," ujarnya.

Berawal dari hasil audit tersebut, Mupalas mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, untuk melakukan clean up (pembersihan sampah-sampah sachet) sepanjang pantai utara Surabaya, dan meningkatkan pelayanan bank sampah di sekitarnya sehingga masyarakat kota bisa terlayani.

Baca juga: Mayat Wanita Muda Berkulit Mulus Berbaju Loreng Macan Diduga Terkait Wanita yang Terbunuh di Sergai

Pemprov Jatim, didorong untuk segera membuat Perda pelarangan/ pengurangan plastik sekali pakai, sebagai upaya mengendalikan timbulnya sampah plastik di sungai dan pesisir. Serta menjaga kualitas hasil laut dan kualitas perairan pada wilayah pesisir utara Jatim dan selat Madura, dengan menetapkan zona tangkap aman dari mikroplastik.

Kemudian untuk produsen penghasil plastik , supaya bertanggung jawab menarik kembali atas sampah produksinya, dan menjalankan kewajiban pengelolaan atas sampah yang dihasilkan. Selanjutnya pada masyarakat untuk memilah sampah menjadi tiga, yakni sampah residu dibuang di TPA, sampah daur ulang dikumpulkan di Bank Sampah, dan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Komitmen Pengelolaan...
Komitmen Pengelolaan Lingkungan, PGN Kelola Sampah Plastik
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Rekomendasi
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved