Waduh! Pesisir Kolaka Utara Berwarna Merah Kecokelatan, Diduga Imbas Lumpur Tambang
Selasa, 26 Maret 2024 - 14:13 WIB
loading...
Sungai besar yang bermuara di Kota Lasusua, Kolaka Utara, Sulawesi Tengara airnya berubah jadi berwarna merah kecokelatan yang diduga imbas aktifitas tambang. Foto/MPI/Muh Rusli
A
A
A
KOLAKA UTARA - Sungai besar yang bermuara di Kota Lasusua, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tengara (Sultra) airnya berwarna merah kecokelatan. Kondisi tersebut diduga imbas dari aktifitas perusahaan tambang nikel yang beroperasi di dataran tinggi.
Pantauan di lapangan, air sungai berwarna merah tersebut meluber sejauh satu kilometer dari muara dan membentang dari pesisir Desa Pitulua hingga By Pass kawasan Masjid Agung Kolut. Tidak ada nelayan beraktifitas menjaring ikan di tepi kota itu yang nampak sebagaimana biasanya.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Air Sungai Ledeng Berubah Berwarna Merah Darah
Salah satu nelayan di Dusun III Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Sabri mengakatakan dirinya batal menjaring ikan karena air laut merah. Perubahan warna air laut tersebut dikemukakan mulai terjadi sebelum awal puasa Ramadan.
"Tidak jadi turun (menjaring). Bagaimana caranya mau ada ikan kalau lautnya merah. Kecuali memancing pakai perahu itupun harus jauh ke luar," keluhnya, Selasa (26/3/2024).
Sabri menyebut, penampakan kondisi laut pesisir di ibukota hari ini merupakan yang terparah setelah hujan deras mengguyur pada Senin malam. Warna merah kecokelatan itu tidak pernah ia saksikan pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Sekdas Pitulua Risaldi mengatakan sungai merah yang melintasi desanya diduga dampak dari aktifitas pertambangan di Desa Totallang.
Pantauan di lapangan, air sungai berwarna merah tersebut meluber sejauh satu kilometer dari muara dan membentang dari pesisir Desa Pitulua hingga By Pass kawasan Masjid Agung Kolut. Tidak ada nelayan beraktifitas menjaring ikan di tepi kota itu yang nampak sebagaimana biasanya.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Air Sungai Ledeng Berubah Berwarna Merah Darah
Salah satu nelayan di Dusun III Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Sabri mengakatakan dirinya batal menjaring ikan karena air laut merah. Perubahan warna air laut tersebut dikemukakan mulai terjadi sebelum awal puasa Ramadan.
"Tidak jadi turun (menjaring). Bagaimana caranya mau ada ikan kalau lautnya merah. Kecuali memancing pakai perahu itupun harus jauh ke luar," keluhnya, Selasa (26/3/2024).
Sabri menyebut, penampakan kondisi laut pesisir di ibukota hari ini merupakan yang terparah setelah hujan deras mengguyur pada Senin malam. Warna merah kecokelatan itu tidak pernah ia saksikan pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Sekdas Pitulua Risaldi mengatakan sungai merah yang melintasi desanya diduga dampak dari aktifitas pertambangan di Desa Totallang.
Lihat Juga :