Kilang Minyak di Tuban Itu Sempat Ditolak dengan Tumpengan, Kini Mereka Jadi Miliarder
Minggu, 21 Februari 2021 - 15:51 WIB
loading...
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, sempat menggelar aksi penolakan pembangunan kilang minyak PT Pertamina, pada tahun 2019 silam. Foto/iNews TV/Pipiet Wibawanto
A
A
A
TUBAN - Aksi memborong mobil mewah yang dilakukan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menggemparkan jagad media sosial. Warga yang tanahnya dibeli PT Pertamina untuk kilang minyak, kini menjadi miliarder .
Baca juga: 176 Mobil Mewah Hiasi Rumah-rumah di Desa Miliarder, Warga Juga Investasi Reksadana
Sebelum menjadi kaya mendadak, ternyata ada cerita pelik saat PT Pertamina berencana melakukan pembebasan lahan milik warga untuk kilang minyak. Warga yang rata-rata hidup sebagai petani, melancarkan aksi demonstrasi untuk menolak pembangunan kilang minyak itu.
Aksi penolakan itu terjadi pada awal tahun 2019 silam. Bahkan, warga sempat menggelar selamatan dan tumpengan, sebagai bentuk ritual yang dipercaya menjadi kekuatan untuk menolak pembebasan lahan tersebut.
Baca juga: Pertama di Blitar, Usai Divaksin Nakes RSUD Ngudi Waluyo Meninggal Positif COVID-19
Mereka yang rata-rata petani, sangat bergantung kepada lahan yang akan dibebaskan. Mata pencaharian sebagai petani, tidak bisa dilepaskan dari lahan pertanian itu. Kala itu, aksi penolakan juga dilakukan warga Desa Mentoso, Desa Wadung, dan Desa Rawasan, yang turut terdampak proyek pembangunan kilang minyak PT Pertamina.
Baca juga: 176 Mobil Mewah Hiasi Rumah-rumah di Desa Miliarder, Warga Juga Investasi Reksadana
Sebelum menjadi kaya mendadak, ternyata ada cerita pelik saat PT Pertamina berencana melakukan pembebasan lahan milik warga untuk kilang minyak. Warga yang rata-rata hidup sebagai petani, melancarkan aksi demonstrasi untuk menolak pembangunan kilang minyak itu.
Aksi penolakan itu terjadi pada awal tahun 2019 silam. Bahkan, warga sempat menggelar selamatan dan tumpengan, sebagai bentuk ritual yang dipercaya menjadi kekuatan untuk menolak pembebasan lahan tersebut.
Baca juga: Pertama di Blitar, Usai Divaksin Nakes RSUD Ngudi Waluyo Meninggal Positif COVID-19
Mereka yang rata-rata petani, sangat bergantung kepada lahan yang akan dibebaskan. Mata pencaharian sebagai petani, tidak bisa dilepaskan dari lahan pertanian itu. Kala itu, aksi penolakan juga dilakukan warga Desa Mentoso, Desa Wadung, dan Desa Rawasan, yang turut terdampak proyek pembangunan kilang minyak PT Pertamina.
Lihat Juga :