Jadi Korban Penculikan, Bocah 3,5 Tahun di Palembang Dapat Pendampingan Dari Polda Sumsel

loading...
Jadi Korban Penculikan, Bocah 3,5 Tahun di Palembang Dapat Pendampingan Dari Polda Sumsel
Tim dokter dari Biddokkes Polda Sumatera Selatan, memberikan pendampingan khusus terhadap Dzaky (3) yang menjadi korban penculikan. Foto/iNews TV/Firdaus
PALEMBANG - Dzaky, bocah berusia 3,5 tahun yang menjadi korban penculikan pada Jumat (19/2/2021), telah berhasil ditemukan. Kini Dzaky sudah kembali ke pelukan ibunya, dalam keadaan sehat dan selamat.

Baca juga: Sempat Minta Tebusan Rp100 Juta, Penculik Bocah di Palembang yang Viral Ditangkap

Meski demikian, polisi tetap melakukan pemeriksaan kesehatan Dzaky, serta melakukan trauma healing atau pemulihan kondisi psikologis anak korban penculikan tersebut. Pemulihan ini dilakukan tim dokter Biddokkes Polda Sumsel, bersama tim psikologi Biro SDM Polda Sumsel.





Tim tersebut langsung berkunjung ke rumah korban penculikan , setelah mengetahui Dzaky berhasil ditemukan. Kedatangan tim tersebut, untuk melakukan pemeriksaan baik kesehatan korban maupun psikologis pasca terjadinya penculikan .

Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk

Tim doter Rumah Sakit Bhayangkara Muhammad Hasan Palembang, melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan terhadap bocah tersebut. "Kami cek suhu tubuh, denyut jantung maupun pemeriksaan apakah ada tanda-tanda kekerasan yang dialami korban," ujar dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Muhammad Hasan Palembang, Rizki Desmadia.



Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan secara fisik korban penculikan dalam kondisi sehat dan baik, bahkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka. "Kami juga melakukan pemulihan kondisi psikologis korban. Dari respon awal pemeriksaan, korban hanya terlihat lelah dan belum terlihat trauma," tuturnya.

Baca juga: Diterjang Banjir, 92.000 Pelanggan di Jabar Masih Alami Pemadaman Listrik

Tim Psikologi Biro SDM Polda Sumsel, Kompol Jarot Budi Purnomo menjelaskan, akan memberikan relaksasi terhadap anak sambil memberikan kepercayaan mental yang berani. "Secara psikis, korban belum terlihat trauma , namun tetap dipantau sampai tiga hari ke depan sambil melakukan terapi bermain," terangnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top