44 Satri di Pekanbaru Terpapar COVID-19, Pesantren Darel Hikmah Ditutup
Sabtu, 20 Februari 2021 - 00:18 WIB
loading...
Sebanyak 44 santri Pondok Pesantren Darel Hikmah positif COVID-19. Foto/iNews/Banda Haruddin Tanjung
A
A
A
PEKANBARU - Sebanyak 44 santri Pondok Pesantren Darel Hikmah yang ada di Jalan Manyar Sakti Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, positif COVID-19 . Penularan ini diketahui setelah salah seorang santri mengaku kehilangan indra perasa.
Baca juga: Cegah COVID-19, Ibu dan Anak Minum Air Kencing Sendiri
"Awalnya ditemukan satu santri positif COVID-19 . Kemudian dilakukan penelusuran, dan hasilnya sebanyak 44 santri dinyatakan positif COVID-19 ," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, Jumat (19/2/2021).
Untuk para santri, saat ini sudah diadakan perawatan. Dimana sebagian ada yang menjalani isolasi mandiri , ada juga yang dirawat di rumah sakit. Tergantung dari kondisi fisik pasien. Baca juga: Terlibat Peredaran Narkoba, 6 Pecatan Pegawai Lapas di Riau Dijebloskan ke Nusakambangan
Setelah adanya penemuan itu dinas kesehatan dan pihak kepolisian mendatangi pengelola pesantren . Petugas melakukan sosialisasi ke pesantren untuk meniadakan sementara kegiatan.
"Dengan adanya para santri yang terpapar COVID-19 , seharusnya pesantren tidak boleh lagi mengadakan kegiatan tatap muka secara langsung," kata Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita.
Baca juga: Penawaran Harga Asetnya Dinilai Terlalu Mahal, Janda Blitar: Kan Bonus Istri
Kepala Puskesmas Simpan Baru, Vilda menyampaikan, agar sebaiknya pihak yayasan menutup kegiatan lebih dari sepekan. Pihak yayasan pun menyatakan tidak akan melakukan tatap muka mulai Jumat (19/2/2021) hingga 14 hari ke depan.
Baca juga: Cegah COVID-19, Ibu dan Anak Minum Air Kencing Sendiri
"Awalnya ditemukan satu santri positif COVID-19 . Kemudian dilakukan penelusuran, dan hasilnya sebanyak 44 santri dinyatakan positif COVID-19 ," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, Jumat (19/2/2021).
Untuk para santri, saat ini sudah diadakan perawatan. Dimana sebagian ada yang menjalani isolasi mandiri , ada juga yang dirawat di rumah sakit. Tergantung dari kondisi fisik pasien. Baca juga: Terlibat Peredaran Narkoba, 6 Pecatan Pegawai Lapas di Riau Dijebloskan ke Nusakambangan
Setelah adanya penemuan itu dinas kesehatan dan pihak kepolisian mendatangi pengelola pesantren . Petugas melakukan sosialisasi ke pesantren untuk meniadakan sementara kegiatan.
"Dengan adanya para santri yang terpapar COVID-19 , seharusnya pesantren tidak boleh lagi mengadakan kegiatan tatap muka secara langsung," kata Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita.
Baca juga: Penawaran Harga Asetnya Dinilai Terlalu Mahal, Janda Blitar: Kan Bonus Istri
Kepala Puskesmas Simpan Baru, Vilda menyampaikan, agar sebaiknya pihak yayasan menutup kegiatan lebih dari sepekan. Pihak yayasan pun menyatakan tidak akan melakukan tatap muka mulai Jumat (19/2/2021) hingga 14 hari ke depan.
(eyt)
Lihat Juga :