RPJMD Banyuasin Difokuskan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Jum'at, 19 Februari 2021 - 12:12 WIB
loading...
RPJMD Banyuasin Difokuskan...
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 difokuskan untuk percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Foto SINDOnews
A A A
BANYUASIN - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 difokuskan untuk percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 melalui inovasi dan selebritas pembangunan.

"RPJMD tahun 2018-2023 difokuskan untuk percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 melalui inovasi dan selebritas pembangunan," ujar Sekda Banyuasin Senen Har," Jumat (19/2/2021). Baca juga: Pemkab Banyuasin Raih Penghargaan Bhumandala Awards

Untuk menurunkan angka kemiskinan, kata Senen, sejumlah kegiatan telah disusun dalam program yang menjadi skala prioritas Pemkab Banyuasin, yakni 7 program prioritas dan 9 gerakan yang sudah di launching oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin."Dari 7 program dan 9 gerakan ini telah menunjukan hasil, terbukti angka kemiskinan di Banyuasin menurun 0,16 persen. Angka kemiskinan tersebut didasarkan pada perhitungan BPS Banyuasin periode 2019-2020," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin, Kosarudin MM mengatakan, pihaknya telah melaksanakan forum konsultasi publik penyusunan dokumen perubahan RPJMD Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023 dan RKPD tahun 2022, sebagai wadah menjaring masukan yang belum terakomodir.

"Nantinya, masukan tersebut untuk ditetapkan menjadi penyempurnaan rancangan awal rencana perubahan RPJMD 2018-2023 dan RKPD tahun 2022," ungkap Kosar. Baca juga: Mayat Terikat dan Mulut Disumpal Terapung di Sungai Kenten Gegerkan Warga

Kosar menjelaskan, pada tahun 2022, pembangunan daerah difokuskan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, melalui inovasi daerah terhadap program prioritas nasional, provinsi dan Kabupaten Banyuasin.

"Program kegiatan dan sub kegiatan difokuskan untuk mewujudkan target indikator kinerja kepada daerah dan perangkat daerah yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam forum perangkat daerah untuk menyinkronkan usulan Musrenbang tingkat kecamatan dan rancangan awal RKPD, serta memverifikasi kesesuaian program kegiatan dan sub kegiatan dengan prioritas nasional, provinsi dan Kabupaten Banyuasin," terangnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Banyuasin, Edi Subeno mengatakan, saat ini jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banyuasin tahun 2020 mencapai 96.270 orang atau sebesar 11,17 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 sebesar 96.550 orang atau 11,33 persen.

Maka dalam kurun waktu 2019-2020 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,16 persen yang setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 280 orang. "Artinya ada dampak dari program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Banyuasin. Meskipun penurunan angka kemiskinan 0,16 persen, namun ini istimewa karena berada di masa pandemi,"katanya.

Dikatakan Edi, pengukuran angka kemiskinan di BPS berbeda dengan Dinas Sosial. BPS menggunakan angka kemiskinan Absolut, dimana BPS punya kriteria tertentu tentang garis kemiskinan sedangkan Dinas Sosial pengukurannya bersifat relatif. Baca juga:
Warkop Digital di Lampung Jadi Pijakan Membangun Ekonomi Digital Pedesaan

"Misalnya garis kemiskinan dirupiahkan Rp 400 ribu per kepala, maka yang dibawah Rp 400 ribu masuk dalam garis kemiskinan. jika kepala keluarga punya punya 4 anggota keluarga penghasilanya Rp1,4 Juta maka itu pas garis kemiskinan. Kalau Rp 1,6 berarti di atas," paparnya.

Dikatakan Edi, meskipun pada tahun 2020 Kabupaten Banyuasin juga terdampak pandemi COVID-19, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap masyarakat miskin Banyuasin.

Penurunan angka kemiskinan ini terjadi karena masyarakat Banyuasin tidak mau memganggur dan ingin memenuhi keutuhan hidup. Hal ini terlihat dari roduksi padi meningkat yang artinya pertanian dan perkebunan masih eksis dan banyak masyarakat ingin meningkatkan pendapatan.

"Dampak itu tidak signifikan, kalau kita jalan-jalan ke petani-petani, mereka tidak berdampak dengan COVID-19, petani masih melaksanakan aktivitas walaupun COVID-19. Sementara yang terdampak signifikan itu seperti perhotelan dan kegiatan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana," jelasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan...
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, Korban Terjepit Dievakuasi
Halalbihalal Pasbata,...
Halalbihalal Pasbata, Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kejujuran
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Kejar Tahun Ajaran Baru,...
Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Rekomendasi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Berita Terkini
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved