Gubernur-Ketua DPRD Jatim Soroti Kurangnya Ruang Observasi Covid-19 di Surabaya
Jum'at, 17 April 2020 - 21:00 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Ketua DPRD Jatim saat konferensi pers update Covid-19 di Gedung Negara Grahadi.Foto/SINDONews/Lukman hakim
A
A
A
GRESIK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memaparkan, saat ini sudah tersedia 6.343 ruang observasi atau setara dengan 74,5 persen dari 7.724 desa dan 777 kelurahan di Jatim. Ruang observasi ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 di tingkat desa maupun kelurahan.
Ruang observasi ini penting khususnya untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jatim jelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.
Saat ini, terdeteksi lebih 50.000 pemudik dari luar daerah yang masuk ke Jatim. Dengan diobservasi yang ada di masing-masing desa, perantau yang pulang kampung juga tidak berat karena masih bisa bertemu dengan keluarga dengan jarak aman.
“Kami minta, desa atau kelurahan yang belum punya ruang observasi, segera bangun ruang observasi. Dari data ada masih ada 25,5 persen desa maupun kelurahan yang belum punya ruang observasi. Surabaya misalnya, baru 20 persen (dari total jumlah kelurahan),” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/4/2020).
Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, selain Surabaya, ada sejumlah daerah lain yang desa maupun kelurahannya belum menyiapkan ruang observasi. Kota Blitar misalnya, hanya sebesar 14,3 persen dari total jumlah kelurahan.
Ruang observasi ini penting khususnya untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jatim jelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.
Saat ini, terdeteksi lebih 50.000 pemudik dari luar daerah yang masuk ke Jatim. Dengan diobservasi yang ada di masing-masing desa, perantau yang pulang kampung juga tidak berat karena masih bisa bertemu dengan keluarga dengan jarak aman.
“Kami minta, desa atau kelurahan yang belum punya ruang observasi, segera bangun ruang observasi. Dari data ada masih ada 25,5 persen desa maupun kelurahan yang belum punya ruang observasi. Surabaya misalnya, baru 20 persen (dari total jumlah kelurahan),” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/4/2020).
Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, selain Surabaya, ada sejumlah daerah lain yang desa maupun kelurahannya belum menyiapkan ruang observasi. Kota Blitar misalnya, hanya sebesar 14,3 persen dari total jumlah kelurahan.
Lihat Juga :