Janda Seksi di Blitar yang Siap Jadi Bonus Penjualan Asetnya, 20 Tahun Hidup di Hongkong
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Susan juga menegaskan tidak sedang berburu sensasi . Kendati demikian juga tidak akan ambil pusing jika ada yang menudingnya hanya mencari sensasi. "Sebagai istri saya akan manut mas bojo (suami). Enakan manut (patuh)," kata Susan.
Kendati demikian, meski embel-embel bonus istri itu tidak main-main, Susan juga tidak menolak jika ada penawar yang hanya tertarik pada aset usahanya. Usaha cafe dan resto yang bernama Campuz Cafe tersebut, berada di atas tanah seluas 750 meter persegi.
Baca juga: Niat Pesta Sabu dan Pesta Seks di Hotel, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi
Sertifikat tanah tersebut atas namanya sendiri. Lokasi cafe cukup strategis. Yakni berada di pinggir jalan raya jurusan Blitar-Malang . Dengan RSUD Ngudi Waluyo, hanya berjarak sekitar 500 meter. Sementara dengan Pasar Wlingi, hanya berjarak sekitar 300 meter. Sekitar 20 meter dari cafe adalah kompleks perumahan.
Susan mengklaim usaha cafe restonya adalah yang terbesar dan teramai di wilayah Kecamatan Wlingi. Sebelum pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, omzet penjualanya mencapai Rp5-6 juta/hari. Saat pelaksanaan PPKM omzetnya turun drastis menjadi Rp2-3 juta/hari. Pegawai cafenya yang semula 12 orang, menyusut menjadi enam orang.
Menurut Susan, harga Rp2,9 miliar yang ia tawarkan bersifat fleksibel. Harga tersebut bisa dinegoisasikan. Melalui jaringan pertemanan, kata dia belum lama ini sudah ada yang menawar Rp2,5 miliar. Hingga saat ini proses negosiasi masih berjalan. Baca juga: Usai Bunuh Dalang Ki Anom Sekeluarga Secara Sadis, Sumani Buang Barang Bukti ke Sungai
Kendati demikian, meski embel-embel bonus istri itu tidak main-main, Susan juga tidak menolak jika ada penawar yang hanya tertarik pada aset usahanya. Usaha cafe dan resto yang bernama Campuz Cafe tersebut, berada di atas tanah seluas 750 meter persegi.
Baca juga: Niat Pesta Sabu dan Pesta Seks di Hotel, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi
Sertifikat tanah tersebut atas namanya sendiri. Lokasi cafe cukup strategis. Yakni berada di pinggir jalan raya jurusan Blitar-Malang . Dengan RSUD Ngudi Waluyo, hanya berjarak sekitar 500 meter. Sementara dengan Pasar Wlingi, hanya berjarak sekitar 300 meter. Sekitar 20 meter dari cafe adalah kompleks perumahan.
Susan mengklaim usaha cafe restonya adalah yang terbesar dan teramai di wilayah Kecamatan Wlingi. Sebelum pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, omzet penjualanya mencapai Rp5-6 juta/hari. Saat pelaksanaan PPKM omzetnya turun drastis menjadi Rp2-3 juta/hari. Pegawai cafenya yang semula 12 orang, menyusut menjadi enam orang.
Menurut Susan, harga Rp2,9 miliar yang ia tawarkan bersifat fleksibel. Harga tersebut bisa dinegoisasikan. Melalui jaringan pertemanan, kata dia belum lama ini sudah ada yang menawar Rp2,5 miliar. Hingga saat ini proses negosiasi masih berjalan. Baca juga: Usai Bunuh Dalang Ki Anom Sekeluarga Secara Sadis, Sumani Buang Barang Bukti ke Sungai
(eyt)
Lihat Juga :