Disdik Sulsel Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Bagi Siswa XII SMA/SMK
Selasa, 16 Februari 2021 - 12:44 WIB
loading...
Simulasi sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 di salah satu sekolah di Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap yang dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK.
Kepala Disdik Sulsel , Muhammad Jufri mengaku, rencana ini sudah disampaikan langsung ke Gubernur Sulsel . Usulan ini mempertimbangkan persiapan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS).
Baca juga: Disdik Sulsel Dorong 19 SMK Jadi Badan Layanan Umum Daerah
"Kenapa ini dilakukan, karena beberapa bulan ke depan kan mereka (siswa kelas XII SMA/SMK) akan ujian akhir sekolah, dan persiapan mereka untuk mendaftar ke perguruan tinggi," tutur Jufri di kantor Gubernur Sulsel , Senin (16/2/2021).
Rencana ini juga berdasarkan evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi. Dari pantauannya di sejumlah sekolah, pembelajaran dengan sistem daring dianggap memberatkan guru.
"Beberapa keluhan guru-guru kita, misalnya yang mengajar mata pelajaran yang memang sehari-harinya membutuhkan papan tulis. Misalnya, matematika, fisika, kimia, biologi. Khususnya fisika itukan kalau menjelaskan butuh menulis di papan tulis untuk menurunkan rumus," urai dia.
Atas kondisi itu, tenaga pendidik disebut sulit mentransfer ilmu kepada peserta didik di beberapa mata pelajaran tertentu tersebut. "Itu agak repot mereka mengajar dengan daring," lanjut Jufri.
Baca juga: 9.000 Lebih Guru Honorer di Sulsel Diusulkan Jadi PPPK
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang telah meniadakan ujian nasional (UN) tahun ini. Kendati begitu, syarat penentu kelulusan dan pemeringkatan siswa ada pada UAS. Makanya, peserta didik perlu disiapkan sejak awal.
Pelaksanaan UAS sebagaimana yang diatur Kemendikbud , kata Jufri, bisa dilaksanakan secara daring atau tatap muka langsung di sekolah. "Tapi sepertinya kebanyakan sekolah akan memilih langsung kalau dimungkinkan (sekolah tatap muka)," imbuhnya.
Rencana sekolah tatap muka inipun masih akan dikaji lebih lanjut. Dengan mempertimbangkan indikator epidemiologi Covid-19 di tiap kabupaten/kota. "Kita akan coba buka komunikasi untuk sekolah daerah-daerah, supaya bisa dilihat peluangnya apakah bisa dilakukan secara bertahap," jelas Jufri.
Diketahui masa belajar dari rumah atau PJJ/daring diperpanjang hingga 1 April 2021. Kebijakan ini ditetapkan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah melalui surat edaran bernomor: 420/0014/DISDIK tentang Kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 di Sulsel.
Baca juga: 16.187 Guru Honorer Madrasah Diusul Terima Bantuan Subsidi Upah
Kebijakan ini berlaku pada jenjang perguruan tinggi termasuk TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Namun demikian, aturan tersebut bersifat fleksibel. Di mana akan menyesuaikan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Sulsel.
"Sepanjang mereka (sekolah) masih menganggap aman dan mengikuti protokol kesehatan dan sudah ada koordinasi dengan gugus tugas daerah serta orang tua siswa, itu adalah keputusan mereka," sebut Sekretaris Disdik Sulsel, Hery Sumiharto.
Kepala Disdik Sulsel , Muhammad Jufri mengaku, rencana ini sudah disampaikan langsung ke Gubernur Sulsel . Usulan ini mempertimbangkan persiapan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS).
Baca juga: Disdik Sulsel Dorong 19 SMK Jadi Badan Layanan Umum Daerah
"Kenapa ini dilakukan, karena beberapa bulan ke depan kan mereka (siswa kelas XII SMA/SMK) akan ujian akhir sekolah, dan persiapan mereka untuk mendaftar ke perguruan tinggi," tutur Jufri di kantor Gubernur Sulsel , Senin (16/2/2021).
Rencana ini juga berdasarkan evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi. Dari pantauannya di sejumlah sekolah, pembelajaran dengan sistem daring dianggap memberatkan guru.
"Beberapa keluhan guru-guru kita, misalnya yang mengajar mata pelajaran yang memang sehari-harinya membutuhkan papan tulis. Misalnya, matematika, fisika, kimia, biologi. Khususnya fisika itukan kalau menjelaskan butuh menulis di papan tulis untuk menurunkan rumus," urai dia.
Atas kondisi itu, tenaga pendidik disebut sulit mentransfer ilmu kepada peserta didik di beberapa mata pelajaran tertentu tersebut. "Itu agak repot mereka mengajar dengan daring," lanjut Jufri.
Baca juga: 9.000 Lebih Guru Honorer di Sulsel Diusulkan Jadi PPPK
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang telah meniadakan ujian nasional (UN) tahun ini. Kendati begitu, syarat penentu kelulusan dan pemeringkatan siswa ada pada UAS. Makanya, peserta didik perlu disiapkan sejak awal.
Pelaksanaan UAS sebagaimana yang diatur Kemendikbud , kata Jufri, bisa dilaksanakan secara daring atau tatap muka langsung di sekolah. "Tapi sepertinya kebanyakan sekolah akan memilih langsung kalau dimungkinkan (sekolah tatap muka)," imbuhnya.
Rencana sekolah tatap muka inipun masih akan dikaji lebih lanjut. Dengan mempertimbangkan indikator epidemiologi Covid-19 di tiap kabupaten/kota. "Kita akan coba buka komunikasi untuk sekolah daerah-daerah, supaya bisa dilihat peluangnya apakah bisa dilakukan secara bertahap," jelas Jufri.
Diketahui masa belajar dari rumah atau PJJ/daring diperpanjang hingga 1 April 2021. Kebijakan ini ditetapkan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah melalui surat edaran bernomor: 420/0014/DISDIK tentang Kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 di Sulsel.
Baca juga: 16.187 Guru Honorer Madrasah Diusul Terima Bantuan Subsidi Upah
Kebijakan ini berlaku pada jenjang perguruan tinggi termasuk TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Namun demikian, aturan tersebut bersifat fleksibel. Di mana akan menyesuaikan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Sulsel.
"Sepanjang mereka (sekolah) masih menganggap aman dan mengikuti protokol kesehatan dan sudah ada koordinasi dengan gugus tugas daerah serta orang tua siswa, itu adalah keputusan mereka," sebut Sekretaris Disdik Sulsel, Hery Sumiharto.
(luq)
Lihat Juga :