Demi Keamanan Bersama, Wana Wisata Jurang Kuping Ditutup Bagi Semua Warga
Selasa, 16 Februari 2021 - 07:48 WIB
loading...
Wana Wisata di Jurang Kuping ditutup bagi semua warga. Penutupan ini dilakukan untuk memutus penularan COVID-19.
A
A
A
SURABAYA - Satgas COVID-19 di Kota Pahlawan meminta warga untuk tidak datang ke Wana Wisata Jurang Kuping. Keputusan ini diambil untuk menertibkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di wilayah Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya.
Setelah dilakukan penutupan selama masa pandemi, lalu jajaran Kecamatan Pakal tidak tinggal diam. Mereka setiap hari selalu melakukan pengawasan dan pemantauan ke lokasi.
Baca juga: Jurang Kuping, Dari Tempat Rekreasi, Prostitusi dan Pelanggar Prokes
“Kami terus melakukan pemantauan setiap hari. Hal ini untuk memastikan penutupan di Jurang Kuping sudah sesuai dengan SE (Surat Edaran) yang dikeluarkan oleh Forkopimka Kecamatan Pakal, yang pada intinya menghentikan aktivitas usaha di sana selama pandemi,” kata Tranggono, Selasa (16/2/2021).
Ia melanjutkan, selama tiga hari penutupan dan pemantauan di lokasi, para pengusaha warung kopi, warung nasi dan sejenisnya terpantau sangat kooperatif. Mereka telah menutup warungnya masing-masing dan tidak ada kegiatan usaha di tempat tersebut.
“Alhamdulillah mereka patuh semuanya dan kooperatif, sehingga kami juga menyampaikan terimakasih banyak kepada para pengusaha di tempat tersebut yang telah menutup usahanya,” ungkapnya.
Baca juga: Vacum of Power di Muaranenim: Bupati dan Wakilnya Ditahan KPK, Sekda Meninggal Dunia
Setelah dilakukan penutupan selama masa pandemi, lalu jajaran Kecamatan Pakal tidak tinggal diam. Mereka setiap hari selalu melakukan pengawasan dan pemantauan ke lokasi.
Baca juga: Jurang Kuping, Dari Tempat Rekreasi, Prostitusi dan Pelanggar Prokes
“Kami terus melakukan pemantauan setiap hari. Hal ini untuk memastikan penutupan di Jurang Kuping sudah sesuai dengan SE (Surat Edaran) yang dikeluarkan oleh Forkopimka Kecamatan Pakal, yang pada intinya menghentikan aktivitas usaha di sana selama pandemi,” kata Tranggono, Selasa (16/2/2021).
Ia melanjutkan, selama tiga hari penutupan dan pemantauan di lokasi, para pengusaha warung kopi, warung nasi dan sejenisnya terpantau sangat kooperatif. Mereka telah menutup warungnya masing-masing dan tidak ada kegiatan usaha di tempat tersebut.
“Alhamdulillah mereka patuh semuanya dan kooperatif, sehingga kami juga menyampaikan terimakasih banyak kepada para pengusaha di tempat tersebut yang telah menutup usahanya,” ungkapnya.
Baca juga: Vacum of Power di Muaranenim: Bupati dan Wakilnya Ditahan KPK, Sekda Meninggal Dunia
Lihat Juga :