IDI Denpasar Sebut Pelaksanaan PKM Sudah Tepat
Minggu, 17 Mei 2020 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
“Jika sudah peluang penyebaran dipotong, tentu akan memberikan kemudahan dan menambah kesiapan rumah sakit rujukan, sehingga pelayanan dapat dimaksimalkan,” jelasnya.
Ngurah Anom menambahkan, saat ini selain dengan beragam upaya yang terus dimaksimalkan baik di bidang pencegahan dan penanganan medis di rumah sakit, penanganan Covid-19 di Bali diunggulkan dengan situasi dan lokal wisdom masyarakat Bali. Kedepan, bersama Pemkot Denpasar serta instansi terkait kita akan merancang Swab Test berbasis PCR masal. Dimana, semua kasus mulai PDP, ODP dan OTG akan diperiksa lebih awal dengan Swab Test dua kali.
“Saya berharap pelaksanaan PKM di Kota Denpasar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan indikator kinerja utama Perwali PKM yakni menurunkan angka kasus, dan pelaksanaanya PKM ini agar terus menerus disosialisasikan, dapat melalui media sosial, media cetak, media elektronik, influencer, dan pusat informasi lainya, sehingga masyarakat dapat patuh, dan menjadi kebiasaan,” jelasnya
“Awalnya dipaksa, kedua terpaksa, dan ketiga menjadi kebiasaan dalam memasuki era baru pasca Covid-19 dengan selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Ngurah Anom menambahkan, saat ini selain dengan beragam upaya yang terus dimaksimalkan baik di bidang pencegahan dan penanganan medis di rumah sakit, penanganan Covid-19 di Bali diunggulkan dengan situasi dan lokal wisdom masyarakat Bali. Kedepan, bersama Pemkot Denpasar serta instansi terkait kita akan merancang Swab Test berbasis PCR masal. Dimana, semua kasus mulai PDP, ODP dan OTG akan diperiksa lebih awal dengan Swab Test dua kali.
“Saya berharap pelaksanaan PKM di Kota Denpasar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan indikator kinerja utama Perwali PKM yakni menurunkan angka kasus, dan pelaksanaanya PKM ini agar terus menerus disosialisasikan, dapat melalui media sosial, media cetak, media elektronik, influencer, dan pusat informasi lainya, sehingga masyarakat dapat patuh, dan menjadi kebiasaan,” jelasnya
“Awalnya dipaksa, kedua terpaksa, dan ketiga menjadi kebiasaan dalam memasuki era baru pasca Covid-19 dengan selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.
(atk)
Lihat Juga :