Jombang Geger, Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Santriwati
Senin, 15 Februari 2021 - 12:06 WIB
loading...
Kapolres Jombang Agung Setyo Nugroho menunjukkan barang bukti pencabulan santriwati oleh pimpinan Ponpes.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
JOMBANG - Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jombang, dijebloskan ke dalam sel tahanan. Lantaran aksi bejatnya mencabuli santriwati yang mondok di pesantren tersebut.
Pelaku diketahui berinisial SB asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Pria berusia 49 tahun itu diringkus setelah polisi menerima laporan dari salah satu orang tua santriwati.
"Jadi ada dua laporan dari orang tua korban yang masuk pada 8-9 Februari 2021, kemudian kita lakukan penangkapan," kata Kapolres Jombang Agung Setyo Nugroho dalam rilis, Senin (15/2/2021).
Baca juga: Banjir Bandang Terjang 8 Wilayah di Nganjuk, Puluhan Warga Dievakuasi
Aksi pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan ponpes ini terkuak, setelah orang tua santriwati berinisial MS, (48), curiga dengan sikap anaknya. Lantaran, santriwati tersebut kabur dari pondok.
Korban kabur dengan menaiki becak. Sesampai di rumahnya di wilayah Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, santriwati ini dimarahi kedua orang tuanya lantaran keluar pondok tanpa pamit ke kiainya.
Baca juga: Seorang Ibu Hamil Meninggal Akibat Longsor Nganjuk
Pelaku diketahui berinisial SB asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Pria berusia 49 tahun itu diringkus setelah polisi menerima laporan dari salah satu orang tua santriwati.
"Jadi ada dua laporan dari orang tua korban yang masuk pada 8-9 Februari 2021, kemudian kita lakukan penangkapan," kata Kapolres Jombang Agung Setyo Nugroho dalam rilis, Senin (15/2/2021).
Baca juga: Banjir Bandang Terjang 8 Wilayah di Nganjuk, Puluhan Warga Dievakuasi
Aksi pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan ponpes ini terkuak, setelah orang tua santriwati berinisial MS, (48), curiga dengan sikap anaknya. Lantaran, santriwati tersebut kabur dari pondok.
Korban kabur dengan menaiki becak. Sesampai di rumahnya di wilayah Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, santriwati ini dimarahi kedua orang tuanya lantaran keluar pondok tanpa pamit ke kiainya.
Baca juga: Seorang Ibu Hamil Meninggal Akibat Longsor Nganjuk
Lihat Juga :