Jombang Diterjang Banjir Bandang, Ini Penjelasan Perum Jasa Tirta I
Minggu, 07 Februari 2021 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, penanganan pertama adalah adaptasi dengan situasi yang ada. Adanya aliran di sungai akibat hujan dan perubahan di badan sungai akibat terangkutnya sedimen harus diwaspadai. Kedua, memperkuat pengelolaan sungai bersama masyarakat. "Harus ada inisiatif dari masyarakat untuk memelihara sungai dan menangkal kerusakan," jelasnya.
Banjir di Bandar Kedungmulyo , Kabupaten Jombang, itu timbul akibat jebolnya tanggul di sisi kiri aliran Sungai Konto, dekat Rolak 70 di Kecamatan Gudo, dan juga Dam Gude. Jebolnya tanggul ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas penambangan ilegal di titik sungai tersebut.
"Seharusnya, kedua infrastruktur tadi bisa mengendalikan air pada waktu debit Sungai Konto membesar. Namun karena tanggul yang telah melemah, disertai aktivitas masyarakat maka terjadi bobol, apalagi aliran air membawa material sampah berupa kayu/bambu yang cukup banyak," terangnya.
Baca juga: Sidoarjo Gempar, Janda Dibacok Kekasihnya Saat Berhubungan Seks dengan Pria Lain
Debit besar di Sungai Konto menyebabkan tanggul di hulu rolak 70 jebol. Akibatnya air sungai meluap menggenangi daerah persawahan dan masuk ke saluran irigasi. Sejumlah tanggul dari Afvoer Besuk dan Afvoer Brawijaya ikut jebol dan menumpahkan air hingga melumpuhkan akses jalan nasional Jombang-Madiun sejak Jumat (5/2/2021).
Beberapa titik tanggul jebol yang telah teridentifikasi ada di Desa Bandarkedungmulyo sebanyak beberapa titik. Pertama di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Kedua, di Dusun Kedunggabus sepanjang 10 meter dan ketiga di Dusun Prayungan, Desa Gondangmanis dengan lebar 20 meter.
Banjir di Bandar Kedungmulyo , Kabupaten Jombang, itu timbul akibat jebolnya tanggul di sisi kiri aliran Sungai Konto, dekat Rolak 70 di Kecamatan Gudo, dan juga Dam Gude. Jebolnya tanggul ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas penambangan ilegal di titik sungai tersebut.
"Seharusnya, kedua infrastruktur tadi bisa mengendalikan air pada waktu debit Sungai Konto membesar. Namun karena tanggul yang telah melemah, disertai aktivitas masyarakat maka terjadi bobol, apalagi aliran air membawa material sampah berupa kayu/bambu yang cukup banyak," terangnya.
Baca juga: Sidoarjo Gempar, Janda Dibacok Kekasihnya Saat Berhubungan Seks dengan Pria Lain
Debit besar di Sungai Konto menyebabkan tanggul di hulu rolak 70 jebol. Akibatnya air sungai meluap menggenangi daerah persawahan dan masuk ke saluran irigasi. Sejumlah tanggul dari Afvoer Besuk dan Afvoer Brawijaya ikut jebol dan menumpahkan air hingga melumpuhkan akses jalan nasional Jombang-Madiun sejak Jumat (5/2/2021).
Beberapa titik tanggul jebol yang telah teridentifikasi ada di Desa Bandarkedungmulyo sebanyak beberapa titik. Pertama di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Kedua, di Dusun Kedunggabus sepanjang 10 meter dan ketiga di Dusun Prayungan, Desa Gondangmanis dengan lebar 20 meter.
Lihat Juga :