Respons Isu Kudeta AHY, Ketua Demokrat Makassar: Kita Harus Bersyukur
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:33 WIB
loading...
Ketua DPD Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Partai Demokrat diterpa isu yang tak sedap. Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut bakal dikudeta .
Sejumlah kader Demokrat angkat bicara mengenai isu ini. Termasuk Ketua DPC Demokrat Makassar , Adi Rasyid Ali alias ARA.
Baca juga: Demokrat Sulsel: Tak Ada Alasan Mengganti Agus Harimurti Yudhoyono
Pandangan lain disampaikan ARA dalam keterangan tertulisnya. Menurutnya, kader Demokrat sepatutnya bersyukur atas isu kudeta ini.
"Kenapa kita bersyukur, sebenarnya di balik rencana kudeta atau isu kudeta ada hikmahnya dan saya harus katakan bersyukur. Dengan isu ini, ada beberapa keuntungan buat Demokrat ," kata ARA dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Letupkan Isu Kudeta Demokrat, AHY Deklarasi Perang Terbuka
Pertama kata ARA, ialah konsolidasi organisasi semakin diperketat agar berhati-hati dengan adanya penyusup. Kedua, Demokrat sudah tahu mana kader-kader yang bermain low game, medium game dan high game dalam politik.
Sejumlah kader Demokrat angkat bicara mengenai isu ini. Termasuk Ketua DPC Demokrat Makassar , Adi Rasyid Ali alias ARA.
Baca juga: Demokrat Sulsel: Tak Ada Alasan Mengganti Agus Harimurti Yudhoyono
Pandangan lain disampaikan ARA dalam keterangan tertulisnya. Menurutnya, kader Demokrat sepatutnya bersyukur atas isu kudeta ini.
"Kenapa kita bersyukur, sebenarnya di balik rencana kudeta atau isu kudeta ada hikmahnya dan saya harus katakan bersyukur. Dengan isu ini, ada beberapa keuntungan buat Demokrat ," kata ARA dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Letupkan Isu Kudeta Demokrat, AHY Deklarasi Perang Terbuka
Pertama kata ARA, ialah konsolidasi organisasi semakin diperketat agar berhati-hati dengan adanya penyusup. Kedua, Demokrat sudah tahu mana kader-kader yang bermain low game, medium game dan high game dalam politik.
Lihat Juga :