Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Selain peningkatan kapasitas insinerator, kata Olivia, Jamed juga berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni di Plant Dawuan Selama pandemi COVID-19, Jamed telah memberdayakan lima orang karyawan yang berasal dari sekitar kawasan plant. Selain itu, kendaraan pengangkut limbah medis pun akan ditambah, agar operasional dapat berjalan optimal
"Kami memberdayakan masyarakat di sekitar Plant Jamed untuk bisa mengisi alokasi tambahan personel di lapangan. Kami juga sudah melakukan pengadaan mobil pengangkutan. saat ini dalam tahap, pengurusan izin. Jumlahnya Lima kendaraan akan kami tambah," paparnya. Baca juga: Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
Olivia menegaskan, Jamed menerapkan standard operational procedure (SOP) penanganan limbah medis dengan ketat, mulai dari distribusi limbah medis dari fasyankes sampai proses pengolahan dan pengelolaan residu ke sanitary landfill berizin. "Limbah COVID-19 selalu didahulukan dalam penanganan guna menekan potensi sebaran COVID-19," imbuhnya.
Jamed pun telah menyusun SOP secara komprehensif, misalnya pegawai di Plant Dawuan dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan penyemprotan disinfektan pada limbah COVID-19 .
Selain itu, manajemen menyediakan fasilitasi vaksin terkait didukung asupan gizi untuk menjaga imunitas pegawai. "Asupan gizi pegawai wajib kami perhatikan. Vitamin C setiap hari wajib dan kami sediakan. Untuk makanan, ada tambahan buah-buahan," tandas Olivia.
"Kami memberdayakan masyarakat di sekitar Plant Jamed untuk bisa mengisi alokasi tambahan personel di lapangan. Kami juga sudah melakukan pengadaan mobil pengangkutan. saat ini dalam tahap, pengurusan izin. Jumlahnya Lima kendaraan akan kami tambah," paparnya. Baca juga: Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 Harus Jadi Perhatian
Olivia menegaskan, Jamed menerapkan standard operational procedure (SOP) penanganan limbah medis dengan ketat, mulai dari distribusi limbah medis dari fasyankes sampai proses pengolahan dan pengelolaan residu ke sanitary landfill berizin. "Limbah COVID-19 selalu didahulukan dalam penanganan guna menekan potensi sebaran COVID-19," imbuhnya.
Jamed pun telah menyusun SOP secara komprehensif, misalnya pegawai di Plant Dawuan dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan penyemprotan disinfektan pada limbah COVID-19 .
Selain itu, manajemen menyediakan fasilitasi vaksin terkait didukung asupan gizi untuk menjaga imunitas pegawai. "Asupan gizi pegawai wajib kami perhatikan. Vitamin C setiap hari wajib dan kami sediakan. Untuk makanan, ada tambahan buah-buahan," tandas Olivia.
(don)
Lihat Juga :