Adat Nyentulak, Doa Bersama Tolak Balak di Sembalun Lombok Timur
Rabu, 03 Februari 2021 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Selain para masyarakat adat serta tokoh adat dari wilayah sekitar Sembalun serta perwakilan dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara serta Kota Mataram, juga hadir Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi, Kabinda NTB, Direktur Intekam Polda NTB, Wakil Bupati Lombok Timur, Kapolres Lombok Timur beserta forkopimda NTB serta Lombok Timur.
Baca juga: Pagi Buta Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Rumah Nenek di Tuban
Usai prosesi, Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda ) NTB, Wahyudi Adisiswanto menyampaikan, Upacara adat yang telah dilaksanakan, semata merupakan upaya silaturahmi.
"Pertemuan kali ini hakekatnya merupakan upaya menjalin silaturahmi diantara masyarakat suku sasak yang memang sangat kental dengan budaya gotong royongnya," ucapnya.
Wahyudi menjelaskan, Suku Sasak memiliki karakter dan kepribadian yang kuat yang bersandar pada konsep trilogi, yakni pengabdian kepasa Tuhan, Persatuan dengan manusia dan Tetap Menjaga keseimbangan alam.
"Konsepsi ini dapat diadopsi sebagai upaya menanggulangi berbagai persoalan yang sedang dan akan dihadapi bangsa dan negara," tegasnya.
Sekdaprov NTB Lalu Gita Aryadi mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir menyampaikan terdampak Covid 19 yang terus bertambah, seperti sulit dikendalikan dengan pertimbangan akal sehat.
"Karenanya, terlaksananya Doa Tolak Balak yang dilakukan Masyarakat adat merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memohon kepada Allah agar bangsa ini keluar dari pandemi Covid 19," ujarnya.
Baca juga: Pagi Buta Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Rumah Nenek di Tuban
Usai prosesi, Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda ) NTB, Wahyudi Adisiswanto menyampaikan, Upacara adat yang telah dilaksanakan, semata merupakan upaya silaturahmi.
"Pertemuan kali ini hakekatnya merupakan upaya menjalin silaturahmi diantara masyarakat suku sasak yang memang sangat kental dengan budaya gotong royongnya," ucapnya.
Wahyudi menjelaskan, Suku Sasak memiliki karakter dan kepribadian yang kuat yang bersandar pada konsep trilogi, yakni pengabdian kepasa Tuhan, Persatuan dengan manusia dan Tetap Menjaga keseimbangan alam.
"Konsepsi ini dapat diadopsi sebagai upaya menanggulangi berbagai persoalan yang sedang dan akan dihadapi bangsa dan negara," tegasnya.
Sekdaprov NTB Lalu Gita Aryadi mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir menyampaikan terdampak Covid 19 yang terus bertambah, seperti sulit dikendalikan dengan pertimbangan akal sehat.
"Karenanya, terlaksananya Doa Tolak Balak yang dilakukan Masyarakat adat merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memohon kepada Allah agar bangsa ini keluar dari pandemi Covid 19," ujarnya.
Lihat Juga :