Karut-marut Penyaluran Bansos Saat Pandemi COVID-19

Sabtu, 16 Mei 2020 - 19:38 WIB
loading...
Karut-marut Penyaluran...
Warga Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) yang disalurkan melalui rekening BNI 46. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - Kegagapan penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi COVID-19 , masih terus saja terjadi. Salah satunya terkait simpang-siurnya data warga penerima bansos.

(Baca juga: Dana Desa Membuat Paini Masih Bisa Tersenyum di Tengah COVID-19 )

Persoalan validitas data penerima bansos tersebut, juga terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Proses validasi data yang sudah dilakukan oleh petugas di desa, ternyata banyak berubah setelah data itu dikembalikan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang.

Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Pandanlandung, Rino Ekananda menyebutkan, salah satu data bansos yang mengalami perubahan mendadak dan tidak sesuai dengan hasil verifikasi di lapangan adalah Bantuan Sosial Tunai (BST).

"Ada sembilan sembilan kepala keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terverifikasi untuk menerima BST, tiba-tiba hilang dari daftar, dan tergantikan oleh 13 nama KPM baru yang belum pernah diverifikasi," tuturnya.

Dia mengaku tidak mengetahui dari mana data 13 KPM tersebut, dan tiba-tiba sudah ada di data yang dikeluarkan Dinsos Kabupaten Malang, untuk menerima BST. "Kami sudah mempertanyakan ke Dinsos Kabupaten Malang, jawabannya hanya akan dialihkan ke penerima bansos selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," tegasnya.

Nilai bantuan yang diterima KPM yang terdata di BST adalah sebesar Rp600 ribu/bulan selama tiga bulan. Sementara, bansos PSBB berupa beras 15 kg, 1 kg telur, dan 2 liter minyak goreng.

Selama ini perangkat desa sudah bekerja keras melakukan verifikasi data warganya yang harus menerima bansos. Tidak mudah untuk menyalurkan bansos di massa pandemi COVID-19 ini, karena jenisnya dan penerimanya juga bermacam-macam.

Ada tujuh jenis bansos yang data penerimanya harus diverifikasi secara benar. Yakni, program keluarga harapan (PKH) Dinas Sosial, bantuan pangan non tunai (BPNT), BPNT Perluasan, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), bantuan sosial tunai (BST), data usulan warga miskin, dan data bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD).

"Proses verifikasi datanya juga berbeda-beda, karena setiap bansos penerimanya tidak boleh sama. Belum lagi kami harus menghadapi pertanyaan serta kritik dari masyarakat yang tidak menerima bansos," tegas Rino.

Apabila data berubah-ubah seperti ini, menurutnya akan sulit bagi pemerintah desa, mengingat untuk menetapkan data nama penerima bansos tersebut juga harus melalui mekanisme musyawarah desa.

Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Nur Hasyim juga tidak bisa banyak berbuat dengan adanya perubahan data tersebut. Dia mengaku, persoalan perbedaan data ini terjadi secara nasional. Data yang turun tidak sama dengan data yang sudah diusulkan dan diverifikasi dari bawah.

"Kami sudah tidak bisa merubah data penerima BST, sehingga warga yang tidak masuk BST akan dialihkan ke bansos lain, yakni bansos khusus selama pelaksanaan PSBB Malang Raya," tuturnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berjibaku Tangani COVID-19,...
Berjibaku Tangani COVID-19, Bhabinkamtibmas Ini Rela Gendong Lansia ke Tempat Vaksin
Vaksinasi di DIY Hampir...
Vaksinasi di DIY Hampir 100 Persen, Kasus COVID-19 Menurun Drastis
Mengaku Dirampok, ASN...
Mengaku Dirampok, ASN Penjabat Kades Pakai Dana Bansos COVID-19 untuk Foya-foya
LSM Trisakti Ungkap...
LSM Trisakti Ungkap Dugaan Penyelewengan Bansos di Tapsel
COVID-19 Masih Ganas,...
COVID-19 Masih Ganas, Fraksi PKS DPRD Jabar Desak Pemprov Siapkan Bansos
BST 7 dan 8 Mana? Kok...
BST 7 dan 8 Mana? Kok Langsung Terima Tahap 9
Polisi Periksa 2 Saksi...
Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Dokter Cabul di Kota Malang
Update Kekerasan Seksual...
Update Kekerasan Seksual Oknum Dokter di Malang, Polisi Tunggu Laporan Korban
Lagi! Kekerasan Seksual...
Lagi! Kekerasan Seksual oleh Oknum Dokter Terjadi di Malang
Rekomendasi
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved