Siloam Hospitals Labuan Bajo Terapkan Metode Phaco dengan BPJS Kesehatan
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
"Dokter spesialis mata di Siloam Hospitals Labuan Bajo telah bersertifikat guna melakukan kegiatan operasi katarak melalui teknik phaco ini. Alat yang digunakan pun sangat menunjang dan masyarakat yang membutuhkan operasi dapat menggunakan BPJS Kesehatan sebagai penanggungnya,"pungkas Hermas.
Sebagai catatan dalam penggunaan BPJS Kesehatan di Siloam Hospitals Labuan Bajo, terdata sejumlah 70%-80% pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Sesuai regulasi BPJS dalam hal penganggunannya, layanan diberikan kepada pasien tanpa ada pengecualian.
Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan karena katarak. Sementara itu di Nusa Tenggara Timur, mengacu pada data Dinas Kesehatan NTT, sepanjang tahun 2018 - 2019, total telah dilakukan 236 operasi katarak secara gratis kepada para lansia
Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.
Penyakit katarak merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Penyebab katarak, selain karena faktor usia, katarak disebabkan pula oleh faktor infeksi, trauma, diabetes. Termasuk faktor paparan sinar matahari yang memiliki intensitas tinggi dan periodik terkena lensa mata serta faktor kebiasaan merokok.
Sebagai catatan dalam penggunaan BPJS Kesehatan di Siloam Hospitals Labuan Bajo, terdata sejumlah 70%-80% pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Sesuai regulasi BPJS dalam hal penganggunannya, layanan diberikan kepada pasien tanpa ada pengecualian.
Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan karena katarak. Sementara itu di Nusa Tenggara Timur, mengacu pada data Dinas Kesehatan NTT, sepanjang tahun 2018 - 2019, total telah dilakukan 236 operasi katarak secara gratis kepada para lansia
Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.
Penyakit katarak merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Penyebab katarak, selain karena faktor usia, katarak disebabkan pula oleh faktor infeksi, trauma, diabetes. Termasuk faktor paparan sinar matahari yang memiliki intensitas tinggi dan periodik terkena lensa mata serta faktor kebiasaan merokok.
(nth)
Lihat Juga :