Daeran alias Mat Depok, Pejuang Sekaligus Jawara tanpa Golok

Minggu, 17 Mei 2020 - 05:00 WIB
loading...
Daeran alias Mat Depok,...
Ilustrasi (Nuansa Depok). Keterangan foto: 1) Misar Anak Mat Depok (Historia). 2) Para Pejuang dengan Bambu Runcing (OkeZone). 3) Makam Mat Depok di Tanah Baru (Merdeka.com)
A A A
JAKARTA - Mendengar nama Mat Depok atau Daeran, tentu masih banyak yang akan bertanya-tanya: siapakah dia? Ya maklum, nama Mat Depok, apalagi Daeran, memang tak sesohor Margonda, pejuang muda yang gugur melawan Belanda. Pun tak setenar Tole Iskandar atau sebunyi nama Muchtar (Sawangan).

Nama-nama itu oleh sebagian besar warga Depok dipandangan sebagai para pahlawan yang lebih berjasa dibanding Mat Depok. Tak heran, kalau kemudian ketiga nama tadi diabadikan untuk mengenang jasa-jasa heroiknya dengan menjadikan nama jalan-jalan utama di Depok.

Margonda yang bernama asli Margana dijadikan nama sebuah jalan utama di Kota Depok. Bisa dibilang, Jalan Margonda merupakan ikon utama di Kota Depok karena menjadi jalan yang paling terkenal dan paling ramai.

Tak cuma warga Depok belaka yang mengetahui, warga lain di luar Depok, bahkan masyarakat di luar Jawa sekalipun mengetahui jalan tersebut. Ya kalau di Yogyakarta layaknya nama Jalan Maliboro, meski harus diakui popularitasnya tak selevel.

Di sepanjang Jalan Margonda, atau di sekitarannya, berdiri gedung perkantoran, kampus, ataupun pusat perbelanjaan, hotel serta apartemen yang tinggi menjulang. Ada kantor Wali Kota dan DPRD Depok di jalan ini.

Ada kampus Gunadarma, dan UI yang akses utamanya berada di ujung utara Jalan Margonda. Kalau hotel dan apartemen tak lagi bisa disebutkan, sudah agak banyak. Makanya Jalan Margonda disebut sebagai pusatnya Kota Depok.

Sementara Tole Iskandar adalah jalan utama yang membelah wilayah Depok II menuju Jl. Raya Bogor. Sedangkan Muchtar adalah jalan yang menghubungkan Depok dengan Parung yang melewati daerah Sawangan. Keduanya jalan-jalan ramai yang bisa 24 jam dilalui kendaraan.

Ketiga nama tadi yang diabadikan dengan nama jalan “ditahbiskan” sebagai pahlawan yang gugur karena keberanian heroiknya melawan penjajah Belanda, demi membela dan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Margonda, misalnya, gugur dengan granat yang meledak di tangannya ketika melawan tentara Belanda pada 16 November 1945, (Wenri Wanhar dalam Gedoran Depok: Revolusi Sosial Di Tepi Jakarta 1945-1955, 2012).

Lalu siapa sebenarnya Mat Depok? Nama itu merupakan julukan yang diambil dari tato bertuliskan “Mat Depok”. “Siapa pun yang pernah jumpa Pak Daeran pasti tahu tato itu. Pak Daeran suka pakai jas warna hitam tanpa dalaman. Jadi, tatonya kema-mana,” tulis Wenri Wahar untuk Historia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut 500 Tahun Jakarta,...
Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Bakal Gelar Haul Ulama dan Pejuang Betawi
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pahlawan, Pejuang, hingga Tokoh Ulama Berpengetahuan Tinggi
Cerita Masjid Bungkuk...
Cerita Masjid Bungkuk Malang Tempat Penggemblengan Pejuang 10 November hingga Kebal Senjata
Hasto: Sitti Rohmi Djalilah...
Hasto: Sitti Rohmi Djalilah Penerus Perjuangan Maulana Syekh Zainuddin Abdul Madjid
Kisah Soetarjo, Gerilyawan...
Kisah Soetarjo, Gerilyawan yang 4 Kali Tertangkap Pasukan Belanda Tapi Lolos dari Cengkeraman Maut
Kehebatan Raden Tumenggung...
Kehebatan Raden Tumenggung Sosrodilogo, Saudara Ipar Pangeran Diponegoro yang Membuat Belanda Kocar-kacir
Wamensos Tegaskan Setiap...
Wamensos Tegaskan Setiap Pejuang Bangsa Berhak Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Pejuang Palestina Minta...
Pejuang Palestina Minta Tentara Israel Ditarik Penuh dari Gaza dan Tepi Barat
324 Eks Pejuang Timor-Timur...
324 Eks Pejuang Timor-Timur Mulai Tempati Perumahan Khusus di Kupang
Rekomendasi
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Infografis
Penampakan Jet Tempur...
Penampakan Jet Tempur 3 Mesin Tanpa Ekor Milik China Bikin Heboh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved