Semarang Bangun Museum Sejarah dengan Teknologi Imersif Pertama di Indonesia
Sabtu, 30 Januari 2021 - 05:36 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk fisik bangunannya oleh Kementerian PUPR, sedangkan dari Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) yang nanti akan mendesain dalam museumnya," kata Hendi. "Saat ini ada dalam tahap penyempurnaan konsep pengaplikasian teknologi, semoga prosesnya lancar," ujarnya, Jumat (29/1/2021).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan konsep utama museum di bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang.
Baca juga: Setelah Nakes, Penghulu Nikah Segera Dapat Giliran Vaksinasi COVID-19
Pihaknya akan memberikan sajian sebagai pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik, sehingga saat masuk museum, pengunjung dapat merasakan ambience atau kondisi Semarang tempo dulu.
"Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang. Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik," kata Iin, Jumat (29/1/2021).
Senada dengan Hendi, Iin juga mengungkapkan masih dalam tahap penyiapan sejumlah teknologi yang akan diaplikasikan. Untuk set ruang museum juga dirinya mengaku masih digodok, sembari dinasnya tersebut menggali narasi yang kuat tentang sejarah Kota Semarang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan konsep utama museum di bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang.
Baca juga: Setelah Nakes, Penghulu Nikah Segera Dapat Giliran Vaksinasi COVID-19
Pihaknya akan memberikan sajian sebagai pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik, sehingga saat masuk museum, pengunjung dapat merasakan ambience atau kondisi Semarang tempo dulu.
"Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang. Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik," kata Iin, Jumat (29/1/2021).
Senada dengan Hendi, Iin juga mengungkapkan masih dalam tahap penyiapan sejumlah teknologi yang akan diaplikasikan. Untuk set ruang museum juga dirinya mengaku masih digodok, sembari dinasnya tersebut menggali narasi yang kuat tentang sejarah Kota Semarang.
Lihat Juga :