Jadi Tradisi Jaga Lingkungan, Hatabosi Marancar di Tapsel Menuju Warisan Dunia
Minggu, 24 Januari 2021 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bangkalan Gempar, Seorang Wanita Melahirkan 4 Bayi Kembar, Semuanya Meninggal
Yang paling menarik lagi kata Fahrian, seluruh lapisan masyarakat terlibat langsung untuk menjaga lingkungan terutama kualitas air. Para petani diberikan air sesuai dengan luas lahan yang dimilikinya. Selanjutnya, petani memiliki kewajiban membayar upah sesuai dengan penghasilan yang didapatnya.
Baca juga: Potensi Bahaya Merapi ke Barat Daya, Pemkab Sleman Pulangkan Pengungsi 26 Januari
Bahkan, untuk mendapatkan tali air, seluruh warga yang ada di Desa Hatabosi bekerjasama untuk memahat batu cadas agar ketersediaan air tetap terjaga berkelanjutan "Saya yakin, apabila ini dijaga terus, maka Komunitas Hatabosi akan menjadi warisan dunia," tandasnya.
Yang paling menarik lagi kata Fahrian, seluruh lapisan masyarakat terlibat langsung untuk menjaga lingkungan terutama kualitas air. Para petani diberikan air sesuai dengan luas lahan yang dimilikinya. Selanjutnya, petani memiliki kewajiban membayar upah sesuai dengan penghasilan yang didapatnya.
Baca juga: Potensi Bahaya Merapi ke Barat Daya, Pemkab Sleman Pulangkan Pengungsi 26 Januari
Bahkan, untuk mendapatkan tali air, seluruh warga yang ada di Desa Hatabosi bekerjasama untuk memahat batu cadas agar ketersediaan air tetap terjaga berkelanjutan "Saya yakin, apabila ini dijaga terus, maka Komunitas Hatabosi akan menjadi warisan dunia," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :