Dimakan Usia, Bangunan SDN Mojolebak Mojokerto Ambruk
Sabtu, 23 Januari 2021 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Pria berusia 71 tahun ini menuturkan, gedung SDN Mojolebak yang ambruk itu merupakan bangunan lama. Menurutnya, usia bangunan sudah lebih dari 35 tahun. Sehingga gedung tersebut sudah tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar oleh pihak sekolah. "Ini dipakai untuk menyimpan barang dan berkas. Kalau dibangunnya sejak tahun 1972. Mungkin karena sudah lapuk dimakan usia. Soalnya tidak ada hujan maupun angin tiba-tiba ambruk," terang Safian.
Sementara itu, Plt Kepsek SDN Mojolebak Slamet mengatakan, bangunan yang ambruk merupakan bangunan yang selama ini difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang-barang bekas. Lantaran, kondisi bangunan yang memang sudah tak laik digunakan untuk aktivitas pembelajaran.
"Dulunya itu kantor, tapi sekarang saya buat gudang. Ada empat ruangan dalam satu bangunan itu, cuman yang paling parah yang ujung itu. Dua ruangan lainnya digunakan untuk pertemuan," teran Slamet. Baca juga: Tangis Karyawan RSUD Kota Mojokerto Pecah, Lepas Perawat yang Meninggal Akibat COVID-19
Menurutnya, bangunan sekolah yang ambruk tersebut memang mengalami keropos dibeberapa bagian bangunan. Lantaran usia gedung yang sudah cukup tua. Diperkirakan hal itu yang membuat bangunan tersebut ambruk meski tak ada hujan maupun angin.
"Itu sudah keropos, bangunan lama kemungkinan itu penyebabnya. Kami sudah laporkan dan sudah dilakukan pengecekkan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Insya Allah ada tindak lanjut," tandas Slamet.
Perlu diketahui SDN Mojolebak sebelumnya difungsikan oleh dua lembaga pendidikan. Yakni SDN Mojolebak 1 yang menempati bangunan lama dan SDN Mojolebak 2 di bangunan baru. Namun, saat sejak 2012 dua sekolah tersebut dilebur menjadi SDN Mojolebak.
Sementara itu, Plt Kepsek SDN Mojolebak Slamet mengatakan, bangunan yang ambruk merupakan bangunan yang selama ini difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang-barang bekas. Lantaran, kondisi bangunan yang memang sudah tak laik digunakan untuk aktivitas pembelajaran.
"Dulunya itu kantor, tapi sekarang saya buat gudang. Ada empat ruangan dalam satu bangunan itu, cuman yang paling parah yang ujung itu. Dua ruangan lainnya digunakan untuk pertemuan," teran Slamet. Baca juga: Tangis Karyawan RSUD Kota Mojokerto Pecah, Lepas Perawat yang Meninggal Akibat COVID-19
Menurutnya, bangunan sekolah yang ambruk tersebut memang mengalami keropos dibeberapa bagian bangunan. Lantaran usia gedung yang sudah cukup tua. Diperkirakan hal itu yang membuat bangunan tersebut ambruk meski tak ada hujan maupun angin.
"Itu sudah keropos, bangunan lama kemungkinan itu penyebabnya. Kami sudah laporkan dan sudah dilakukan pengecekkan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Insya Allah ada tindak lanjut," tandas Slamet.
Perlu diketahui SDN Mojolebak sebelumnya difungsikan oleh dua lembaga pendidikan. Yakni SDN Mojolebak 1 yang menempati bangunan lama dan SDN Mojolebak 2 di bangunan baru. Namun, saat sejak 2012 dua sekolah tersebut dilebur menjadi SDN Mojolebak.
(don)
Lihat Juga :