Calon Dokter Ini Ceritakan Sisi Lain Prancis Melalui Buku It's Not Just Eiffel
Jum'at, 22 Januari 2021 - 14:28 WIB
loading...
Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar. Foto/Dok Pribadi
A
A
A
SURABAYA - Prancis merupakan negara multikultural. Bahkan khusus ibu kotanya yakni Paris, terkenal sebagai salah satu kiblat fashion dunia. Cerita peradaban moderen itu menjadi inspirasi Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar.
Mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu akhirnya membuat buku It's Not Just Eiffel. Ia mengupas tentang kehidupan di Prancis yang tidak hanya mengenai wisata menara Eiffel.
Dia membuat buku ini setelah mengikuti kompetisi akademik mahasiswa yang membuat dirinya mengetahui kehidupan di Prancis. "Dalam buku itu menceritakan kehidupan di Prancis mulai dari toleransi beragama di tempat tersebut sangat besar," tuturnya.
Qoimam menceritakan, bahwa di Paris agama minoritas muslim di sana sangat dihargai. Di sana juga banyak tempat makan yang menyajikan makanan halal bagi masyarakat muslim. "Negara ini cukup menghargai waktu ibadah salat yang akan dilakukan masyarakat muslim," jelasnya.
Prancis merupakan salah satu negara di Eropa barat yang memiliki muslim terbesar. Sehingga memiliki multirasial dan multikultural yang sangat dihargai. "Dimana kehidupan muslim di sana sangat menghargai agama manapun," kata pria kelahiran 25 Desember 1996.
Baca juga: Banyak Warga Simpan Uang di Bank, DPK Perbankan di Jatim Naik Menjadi Rp625 Triliun
Ia melanjutkan, dalam buku yang ditulis itu tidak hanya membahas tentang nilai toleransi, namun juga tentang kemajuan sains dan teknologi, hingga kekayaan histori serta budaya yang melegenda. "Dimana dalam buku itu menceritakan perjalanan saya selama berada di Prancis," ungkapnya.
Mahasiswa kedokteran dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu akhirnya membuat buku It's Not Just Eiffel. Ia mengupas tentang kehidupan di Prancis yang tidak hanya mengenai wisata menara Eiffel.
Dia membuat buku ini setelah mengikuti kompetisi akademik mahasiswa yang membuat dirinya mengetahui kehidupan di Prancis. "Dalam buku itu menceritakan kehidupan di Prancis mulai dari toleransi beragama di tempat tersebut sangat besar," tuturnya.
Qoimam menceritakan, bahwa di Paris agama minoritas muslim di sana sangat dihargai. Di sana juga banyak tempat makan yang menyajikan makanan halal bagi masyarakat muslim. "Negara ini cukup menghargai waktu ibadah salat yang akan dilakukan masyarakat muslim," jelasnya.
Prancis merupakan salah satu negara di Eropa barat yang memiliki muslim terbesar. Sehingga memiliki multirasial dan multikultural yang sangat dihargai. "Dimana kehidupan muslim di sana sangat menghargai agama manapun," kata pria kelahiran 25 Desember 1996.
Baca juga: Banyak Warga Simpan Uang di Bank, DPK Perbankan di Jatim Naik Menjadi Rp625 Triliun
Ia melanjutkan, dalam buku yang ditulis itu tidak hanya membahas tentang nilai toleransi, namun juga tentang kemajuan sains dan teknologi, hingga kekayaan histori serta budaya yang melegenda. "Dimana dalam buku itu menceritakan perjalanan saya selama berada di Prancis," ungkapnya.
Lihat Juga :