PPKM Diperpanjang, Pengelola Wisata Blitar Raya Tolak Penutupan Tempat Wisata
Kamis, 21 Januari 2021 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
Ada sebanyak 20 pengelola destinasi wisata yang menyatakan diri menolak penutupan. Di antaranya, pengelola destinasi wisata Kampung Cokelat, Blitar Park, Negeri Dongeng, Sirah Kencong, Omah Londo, Kampung Afrika, Pantai Serang, Belimbing Karangsari, dan Hutan Pinus Gogoniti.
Baca juga: Mojokerto Gempar, Ledakan Dahsyat Mirip Bom Terjadi di Tumpukan Sampah
Mereka menandatangani tiga poin pernyataan sikap. Yakni menolak penutupan destinasi wisata dalam PPKM tahap kedua dan seterusnya. Mendorong pemerintah membuat kebijakan PPKM dengan masih mengizinkan wisata dengan protokol kesehatan ketat. "Kemudian mendorong pemerintah mengawal operasional wisata dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan," kata Harjito.
FPDW juga memaparkan dampak kebijakan PPKM yang disertai penutupan destinasi wisata. Selama PPKM omzet wisata anjlok 100 persen, UMKM yang bergantung pada destinasi wisata merugi, dan munculnya pengangguran baru akibat pengurangan karyawan.
Di sisi lain FPDW juga mengklaim, klaster COVID-19 di destinasi wisata tidak ada. Penutupan destinasi wisata juga tidak berpengaruh pada penyebaran angka COVID-19 di Kabupaten Blitar. "Wisata menopang hajat hidup orang banyak. Kalau ditutup lagi kasihan mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor wisata," papar Harjito.
Baca juga: Pria Asal Kota Probolinggo Ini Memiliki Badan Tinggi Menjulang Seperti Menara
Baca juga: Mojokerto Gempar, Ledakan Dahsyat Mirip Bom Terjadi di Tumpukan Sampah
Mereka menandatangani tiga poin pernyataan sikap. Yakni menolak penutupan destinasi wisata dalam PPKM tahap kedua dan seterusnya. Mendorong pemerintah membuat kebijakan PPKM dengan masih mengizinkan wisata dengan protokol kesehatan ketat. "Kemudian mendorong pemerintah mengawal operasional wisata dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan," kata Harjito.
FPDW juga memaparkan dampak kebijakan PPKM yang disertai penutupan destinasi wisata. Selama PPKM omzet wisata anjlok 100 persen, UMKM yang bergantung pada destinasi wisata merugi, dan munculnya pengangguran baru akibat pengurangan karyawan.
Di sisi lain FPDW juga mengklaim, klaster COVID-19 di destinasi wisata tidak ada. Penutupan destinasi wisata juga tidak berpengaruh pada penyebaran angka COVID-19 di Kabupaten Blitar. "Wisata menopang hajat hidup orang banyak. Kalau ditutup lagi kasihan mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor wisata," papar Harjito.
Baca juga: Pria Asal Kota Probolinggo Ini Memiliki Badan Tinggi Menjulang Seperti Menara
Lihat Juga :